Daerah

BLK Darun Najah Bekali Skill Santri Hingga Kaum Difabel

...

Lumajang – Masyarakat, santri, dan alumni pesantren, serta penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang akan mengikuti pelatihan otomotif di Balai Latihan Kerja Darun Najah. Selama 30 hari kedepan, mereka akan dibekali keterampilan kerja.

Pengasuh Pondok Pesantren Darun Najah Lumajang KH Muhammad Khozin berpesan agar peserta bisa mengikuti semua materi dan praktik dengan sebaik mungkin.

“Harapannya nanti dapat bermanfaat bagi orang banyak, khususnya para santri,” kata Kiai Khozin, saat pembukaan pelatihan di Pesantren Darun Najah, Lumajang, Sening, 18 Maret 2019.

Baca juga: Menteri Hanif: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Keterampilan

BLK Darun Najah adalah salah satu BLK Komunitas, program unggulan Kementerian Tenaga Kerja yang diperuntukkan bagi komunitas pesantren. Tujuannya untuk membekali skill, pengentasan kemiskinan dan pengangguran bagi komunitas tertentu.

Turut hadir dalam pembukaan Kepala Bagian Pelatihan Disnakertrans Lumajang, Sulistio Rahayu. Ia pelatihan ini turut membantu pemerintah Kabupaten Lumajang dalam upaya memberdayakan masyarakat dengan memberikan keterampilan sehingga memiliki keahlian.

“Sampai saat ini Kabupaten Lumajang belum mempunyai BLK,” kata Sulistio.

Baca juga: Pesantren Darun Najah Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Budi Santoso, salah seorang peserta difable dari Difable Motorcycle Indonesia (DMI), mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan otomotif. Menurutnya, pelatihan sangat berguna terutama bagi para difable pecinta motor.

“Kami sering kali touring ke berbagai tempat di Indonesia, sehingga jika terjadi kerusakan pada motor, maka kami tidak akan bingung untuk mencari bengkel-bengkel,” kata Budi Santoso.

Baca juga: Komitmen Menteri Hanif Dhakiri bagi Lulusan Pesantren

Hal senada disampaikan peserta difabel lainnya, Amar Abdullah. Ia berharap dengan adanya pelatihan otomotif ini ia bisa lebih mandiri.

Selama sebulan, peserta akan didampingi dan dibimbing oleh Wijen Utomo sebagai instruktur utama. Bukan saat pelatihan berlangsung, Wijen bahkan siap membuka konsultasi pasca pelatihan.

“Jika dalam implementasi di lapangan atau ketika terjun di dunia kerja para peserta mengalami kesulitan, kami terbuka konsultasi,” ujarnya. (rus/onk)