Daerah

Instruksi Blambangan, Langkah Gus Abid Menuju Kursi Ketua Ansor Jatim Kian Mulus

...
Calon Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid (santrinews.com/istimewa)

Gus Abid memenuhi tiga kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Surabaya – Dua pekan menjelang Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, sejumlah nama kandidat ketua sudah mulai bermunculan. Sejumlah pimpinan cabang juga mulai terang-terangan menyorongkan arah dukungan.

PC GP Ansor Banyuwangi, Gresik, dan Kota Pasuruan, misalnya, secara terbuka menyebut nama Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid sebagai calon yang paling layak memimpin Ansor Jatim periode 2019-2023.

“Dari awal kita merekom Gus Abid,” kata Sekretaris PC GP Ansor Banyuwangi Mahbub Junaidi, saat ditemui di sebuah cafe samping Kantor PWNU Jawa Timur Jalan Masjid Al Akbar Timur Surabaya, Selasa, 9 Juli 2019, malam.

Konferwil GP Ansor Jatim akan digelar di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang, pada 28 Juli 2019 mendatang. Gus Abid tercatat pernah dipercaya pimpinan pusat menjadi ketua Ansor Jatim selama enam bulan.

Keputusan mendukung Gus Abid, kata Mahbub, diambil melalui rapat pleno GP Ansor Banyuwangi. Sebanyak 25 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Bumi Blambangan ini kompak satu suara. Memenangkan Gus Abid.

Syukron Makmun Hidayat, ketua PC GP Ansor Banyuwangi, bahkan sudah merinstruksikan jajaran pengurus untuk mengawal proses pencalonan Gus Abid. “Ketua kami menginstruksikan harus all out mensukseskan Gus Abid,” kata Mahbub optimis.

Soal kemunculan beberapa nama kandidat lain, Mahbub menilai itu sebagai bagian dari dinamika organisasi. “Agar kita mendapatkan calon ketua yang terbaik,” tegas dekan FISIP Untag Banyuwangi ini. “Tetapi intinya, Banyuwangi tetap mengawal Gus Abid hingga terpilih.”

Gus Abid Penuhi Tiga Kriteria
Hampir senada disampaikan Ketua PC GP Ansor Gresik Agus Junaidi Hamzah. Menurut Junaidi, Gus Abid memenuhi tiga kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin.

“Kalau istilah kiai-kiai, jadi pimpinan di Nahdlatul Ulama (NU) maupun badan otonom itu harus punya PKB,” ungkapnya. PKB yang dia maksud adalah singkatan dari Pinter, Kober dan Bener.

Pertama, pinter. Menurut Junaidi, semua kader Ansor yang hendak maju sebagai calon ketua harus tuntas dalam proses pengkaderan. Begitu juga kriteria diklat dan sebagainya harus lulus dan lolos administrasi. “Mampu dalam memanaj organisasi sebesar dan semodern Ansor Jatim,” tandasnya.

Kedua, kober, yakni punya waktu mengurus organisasi. Ini sangat penting, lanjut dia, mengingat di Jatim ada 42 PC dengan hampir 600 PAC.

Ketiga, bener. Dalam berorganisasi, papar Junaidi, kader Ansor harus memahami bahwa warga NU kini ingin mengembalikan ruh organisasi pada pesantren.

Tiga kriteria tersebut, kata Junaidi, sudah terpenuhi oleh Gus Abid. Itu dibuktikan Gus Abid selama enam bulan ditunjuk memimpin Ansor Jatim. “Proses (kaderisasi) beliau ini sudah tuntas dalam ujian atau penempaan sebagai kader,” tegasnya.

Dengan demikian, Ia menegaskan bersama 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di bawah koordinasinya akan memilih Gus Abid di Konferwil nanti. “(Ansor) Gresik solid, satu suara, satu komando,” pungkasnya. (rus/onk)