Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1440 H: Karakter Goal Pasca Ramadhan

...
Iksan Kamil Sahri (santrinews.com/istimewa)

Disampaikan dalam khutbah Idul Fitri 1440 H di Masjid al-Haq, Rungkut Surabaya, Rabu, 5 Juni 2019.

Khutbah I

اللهُ اَكْبَرْ(3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْكُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْوَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ. اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ

Hadirin jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah.

Pada hari ini Allahamdulillah kita ditakdirkan oleh Allah untuk memasuki hari Idul Fitri sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadhan tahun ini. Dengan tambahan umur yang diberikan Allah SWT kepada kita, kita bisa berbahagia hari ini, karena tidak ada kebahagiaan yang lebih indah daripada dzikir, bertakbir dan bertahmid menomorsatukan Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Ma’asyiral muslimin wal muslimat, sidang salat ied yang berbahagia

Satu bulan Ramadhan telah kita lewati, berlapar-lapar dahaga sudah kita tempuh. Pertanyaannya kemudian apakah yang kita peroleh, apakah hanya berlapar-lapardahaga itu saja. Tanpa meninggalkan bekas kepada kita setelah bulan suci Ramadhan purna. Jika itu yang terjadi maka jangan-jangan kita termasuk dalam sabda Nabi SAW:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ و العطش

“Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga saja.” (HR Imam Ahmad).

Lalu apa tujuan kita berpuasa sebulan penuh? Apa goal yang hendak kita capai dengan puasa tersebut? Untuk menjawab hal tersebut, ma’asyiral muslimin, marilah kita lihat kembali tujuan kita berpuasa dalam QS. Al Baqarah: 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Allah SWT berfirman bahwa target goal kita adalah taqwa. Lalu bagaimana kita tahu bahwa kita sudah mendapatkan predikat taqwa dari Tuhan. Untuk menjawab hal tersebut, saya akan menyebutkan tiga karakter orang bertaqwa yang harus kita penuhi sebagaimana tertera dalam QS. Ali Imran: 134:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) pada saat sarrâ’ (senang) dan pada saat dlarrâ’ (susah), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134).

Allahu akbar allahu akbar Allahu akbar wa lillahil hamd.
Ma’asyiral muslimin wal muslimat.

Dalam ayat tersebut, terdapat tiga karakter yang Tuhan sebut untuk menandai apakah orang itu bertaqwa atau tidak.
Pertama:

1. الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

Karakter pertama yang Allah SWT sebut dalam QS. Ali Imran: 134 adalah karakter kedermawanan dan kepedulian. Yaitu sebagaimana firman Tuhan, mereka yang bertaqwa adalah mereka yang mau menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sulit. Jadi karakter yang pertama, adalah suka berinfak, suka bersedekah.

Tes awal karakter ini adalah apakah kita menjadikan berinfaq dan bersedekah sebagai habitus kita dalam keadaan lapang atau biasa-biasa saja. Jika iya, maka berarti kita tanda ketaqwaan tersebut sudah mulai kita miliki. Tapi berinfak dan bersedekah dalam keadaan lapang adalah kedermawanan level pemula (entry level).

Tes selanjutnya adalah tatkala kita dalam keadaan sempit, apakah kita tetap dengan habitus kedermawanan dan kepedulian ataukah malah menghilang di saat-saat demikian. Jika jawabannya iya, maka kita harus mengintrospeksi diri kita dan dapat membujuk hawa nafsu kita serta melatih diri kita agar memiliki jiwa kedermawanan dan kepedulian ini baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Para hadirin sekalian,
Ingatlah bahwa suka bersedekah itu dapat menghindarkan kita dari bala’ atau mara bahaya sebagaimana sabda Nabi assadaqatu tadfa’ul bala’. Dan pula, tidaklah sebuah sedekah itu akan dibalas berlipat-lipat oleh Allah SWT sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 261.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Karakter kedua adalah:
2. وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
Charakter achievement berikutnya yang harus kita punya dan harus ada pada diri kita adalah kita dapat menahan amarah. Akhir-akhir ini banyak orang suka marah-marah. Kata-kata yang keluar cenderung kotor, dan prilakunya cenderung menyakiti. Jika ini terjadi kepada kita, ingatkan akan hadis Nabi:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih)

Dan ingatlah pula sabda Nabi SAW yang lain:

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Yang disebut dengan seorang muslim adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya (HR. Bukhari)

Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Banyak kerusakan terjadi di muka bumi, apakah itu dalam skala besar maupun skala kecil terjadi karena seseorang mengumbar amarahnya. Egonya telah membuat semuanya memburuk karena yang dia pikirkan adalah perkataan orang lain dan yang dia pikirkan adalah dendam. Sehingga yang keluar adalah hasut, kebencian, caci maki, dendam dan kerusakan. Naudzubillahi min dzalik.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Karakter ketiga yang seharusnya ada dalam diri kita setelah purna puasa Ramadhan kita adalah:
3. وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ

Memaafkan manusia. Memaafkan ini adalah derajat yang lebih tinggi dari karakter kedua orang bertaqwa yang saya sebutkan tadi. Berbuat salah dan meminta maaf memang berat. Tapi jika ada orang berbuat salah lalu Anda dapat memaafkan orang tersebu itu adalah perkara yang jauh lebih sulit. Tapi kalau kita mengaku sebagai orang bertakwa maka seharusnya karakter ini ada pada diri kita.

Jika ketiga karakter di atas ada pada kita, maka QS. Ali Imran Ayat 134 ini ditutup dengan وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ yang kira-kira artinya Tuhan itu bilang ke kita, I Love U. Tiadalah yang lebih indah kecuali Tuhan mencintai kita, tiadalah yang lebih indah kecuali Tuhan ridho atas semua perbuatan kita. Karena dalam hidup dan dalam beribadah yang dicari adalah ridha Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Mungkin kita tak selalu memiliki karakter-karakter ketaqwaan seperti disebutkan di atas. Lalu jika terjurumus, terpuruk dan berbuat salah maka hendaklah kita seger memoho ampun kepada Allah agar kita dikembalikan lagi dalam karakter ketaqwaan di atas. sebagaimana firman Allah SWT di ayat selanjutnya:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran: 135).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita dan semoga kita semua senantiasa dapat mengikuti petunjuk Allah dan senantiasa memperoleh rahmat-Nya serta dijadikannya kita sebagai orang-orang yang bertaqwa. Amin.

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِي هذَا الْعِيْدِ السَّعِيْدِ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ، فَمَنْ أَطَاعَهُ فََهُوَ سَعِيْدٌ وَمَنْ أَعْرَضَ وَتَوَلَّى عَنْهُ فَهُوَ فِي الضَّلاَلِ الْبَعِيْدِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ 7×، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَر ِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ