Politik

Adies Kadir Targetkan 1.500 Titik Layanan Pengobatan Gratis

...
Adies Kadir saat meninjau pengobatan gratis di Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa, 12 Maret 2019 (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir rutin dua kali seminggu mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat Surabaya dan Sidoarjo. Kini semakin intens. Targetnya 1.500 titik.

“Masyarakat bisa cek kolesterol, asam urat, kencing manis dan lainnya untuk mendeteksi penyakit yang diderita, sekaligus mendapatkan obat. Semuanya gratis,” kata Adies ditemui saat turun melihat pengobatan gratis di Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa, 12 Maret 2019.

Adies menuturkan, pengobatan gratis semula dilakukan di Rumah Aspirasi Adies Kadir di Surabaya setiap Senin dan Kamis. Sejak Oktober 2018 lalu, pengobatan gratis diperluas dengan menyasar langsung ke tengah masyarakat. Setiap Sabtu dan Minggu.

Ini sebagai upaya melayani langsung masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI ini.

Adies menargetkan hingga 1.500 titik pengobatan gratis di perkampungan masyarakat. Hingga kini, ia sudah menuntaskan sebanyak 817 titik pengobatan gratis.

Guna mencapai target itu, Adies yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 yakni Surabaya-Sidoarjo, akan menambah intensitas pengobatan gratis untuk masyarakat.

Dalam pengobatan gratis, masyarakat dilayani oleh para dokter. Setiap titik terdapat 7 sampai 10 dokter. Tidak sekadar melakukan pengobatan, para dokter juga memberikan edukasi kepada masyarakat seputar kesehatan.

“Dengan begitu masyarakat lepas dari segala macam penyakit dan semuanya bahagia,” tandasnya.

Di setiap lokasi pengobatan gratis juga disiapkan mobil ambulans. “Antisipasi jika ada masyarakat yang harus dibawa ke rumah sakit,” tegas Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar ini.

Program pengobatan gratis, lanjut Adies, akan terus ia lakukan, bahkan sampai lima tahun kedepan jika kembali terpilih menjadi wakil rakyat di Senayan. Sebab, pengobatan gratis sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan secara gratis.

“Juga sebagai upaya antisipasi untuk masyarakat dalam mendeteksi secara dini sakit yang mereka derita, tanpa harus menunggu parah lalu baru dilarikan ke rumah sakit,” pungkasnya. (us/onk)