Nasional

Tepati Janji, Presiden Jokowi Tetapkan 22 Oktober Hari Santri Nasional

Rabu, 14 Oktober 2015 00:52 wib

...
Presiden Jokowi "diserbu" para santri di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah (santrinews.com/detik)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dipastikan akan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Saat ini, ketetapannya tinggal menunggu diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres). Penetapan itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi santri bagi bangsa Indonesia.

“Tanggal 22 Oktober akan ditetapkan sebagai Hari Santri sedang ditunggu Kepresnya,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015.

Pramono menjelaskan, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merupakan usulan dari internal kabinet dan pihak eksternal yang terkait.

“Semua menteri mendukung itu. Mereka semua berpandangan bahwa diberikan apresiasi bagi para santri,” ujarnya.

Meski ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional, kata Pramono, pada tanggal 22 Oktober tidak akan dijadikan sebagai hari libur nasional. Namun, pemerintah akan menggelar acara besar di Jakarta.

“Tidak libur dan pada tanggal 22 kemungkinan ada acara yang cukup besar di Jakarta,” ujarnya.

Pramono mengungkapkan, saat ini tengah diatur waktu agar Presiden Jokowi dapat menghadiri acara peringatan Hari Santri. Sebab, di hari yang sama Presiden Jokowi dijadwalkan menerima kedatangan tamu kenegaraan dari Denmark.
“Waktunya sedang diatur untuk adanya penyesuaian,” politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan.

Penetapan itu sebagai bentuk menepati janji Jokowi saat masa kampanye Pemilihan Presiden 2014 lalu. Namun, ketika itu beberapa kiai pesantren dan aktivis ormas Islam mengusulkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Pasca Jokowi terpilih menjadi presiden, santri dan ormas Islam terus mengingatkan Presiden untuk merealisasikan janjinya untuk menetapkan Hari Santri Nasional.

Belakangan, PBNU mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Alasannya, tanggap 22 Oktober bertepatan dengan Resolusi Jihad yang digelorakan pendiri NU Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Gayung bersambut6. Sejumlah ormas Islam menyetujui usulan PBNU tersebut. (ahay)