Buku

Cara Cepat Bisa Menerjemah Al Qur’an

Kamis, 30 Januari 2014 15:07 wib

...

Judul: 60 Hari Bisa Menerjemahkan Al Qur’an Sendiri
Penulis: Ustadz Ahmad Huseno, S.S.
Penerbit: Turos Pustaka
Terbitan: Pertama, November 2013
Tebal: 260 halaman
ISBN: 978-602-1583-03-6
Peresensi: M Kamil Akhyari

ALQURAN mengandung mukjizat yang luar biasa. Mukjizat yang tidak ditemukan dalam kitab suci yang lain. Contoh kecil dari sederet mukjizat Al Qur’an, membacanya bernilai ibadah sekalipun tidak faham terhadap arti dan maksudnya. Sampai detik ini belum ada buku bacaan yang menyamai Al Qur’an.

Ali bin Abi Thalib memerinci pahala orang yang membaca Al Qur’an. Setiap huruf ayat Al Qur’an yang dibaca di dalam sholat dicatat 50 kebaikan. 25 kebaikan untuk setiap huruf yang dibaca di luar sholat dalam kondisi suci dari hadas. Dan 10 kebaikan untuk setiap huruf yang dibaca di luar sholat dan tidak punya wudu’.

Kita sering dan biasa membaca Al Qur’an, bahkan sampai ditadaruskan dengan pengeras suara. Dalam 24 jam setidaknya membaca ayat Al Qur’an sebanyak 17 kali saat menunaikan rukun Islam yang kedua. Namun yang belum terbiasa adalah membaca Al Qur’an beserta arti/terjemahnya. Padahal tidak sedikit muslim dan muslimah yang mengetahui arti dan maksud ayat yang dibaca.

Mafhum muwafaqah pernyataan Imam Ali di atas dapat ditarik kesimpulan, jika tidak faham saja bisa diganjar sampai 50 kebaikan apalagi mengerti, tentu lebih banyak. Karena dengan faham dan mengerti setiap ayat yang dibaca lebih mudah untuk diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Hal itu sejalan dengan misi diturunkannya Al Qur’an.

Banyak kata dalam Al Qur’an bagi sebagian orang masih sulit untuk difahami. Hal itu karena bahasa komunikasi kita dalam sehari-hari berbeda dengan bahasa Al Qur’an. Apalagi, Al Qur’an memiliki nilai sastra yang cukup tinggi. Namun hal itu bukan alasan untuk bermalas-malasan dalam mengetahui arti ayat kitab suci umat Islam.

Buku 60 Hari Bisa Menerjemahkan Al Qur’an Sendiri; Panduan Belajar Bahasa Arab Metode Al Huda, ini siap memandu setiap orang yang ingin bisa menerjemah Al Qur’an dalam waktu relatif singkat. Hanya dibutuhkan waktu maksimal dua bulan bagi pemula dan untuk yang sudah pernah belajar ilmu gramatikal Arab bisa tidak sampai.

Ustadz Ahmad Huseno, melalui buku setebal 260 halaman itu telah banyak menyukseskan pembaca yang ingin mengetahui arti ayat Al Qur’an. Melalui metode Al Huda yang ditemukan, alumni UIN Yogyakarta itu hendak mengatakan upaya-upaya memahami arti Al Qur’an tidak sulit. Setiap orang berpotensi bisa selama berusaha.

Selama ini memang telah banyak metode-metode belajar menerjemah Al Qur’an, namun masih terlalu bercorak teoritis. Dalam buku terbitan Penerbit Turos itu penulis memadukan antara aspek teori dan praktis (hlm. X).

Tema pembahasan utama buku tersebut dibagi menjadi dua. Pada pembahasan pertama sampai ke-20, dengan asumsi setiap menguasai satu bab, membahas tentang ilmu sharaf. Ilmu yang mempelajari tentang kata dan perubahannya. Dan pada pembahasan ke-21 sampai ke-60 menerangkan tentang ilmu nahwu. Disiplin ilmu gramatikal arab yang secara khusus membahas fungsi dan peran kata dalam sebuah kalimat (hal. XII).

Dengan bekal penguasaan ilmu sharaf dan nahwu, pembaca bisa menjelaskan fungsi dan peran kata dalam kalimat secara otomatis mengetahui susunan kata dalam sebuah kalimat, sehingga bisa mengartikan dan menerjemahkan kalimat dengan baik dan benar (hal. XIII). Dalam setiap pembahasannya penulis berupaya menghindari pembahasan yang jelimet dan menyulitkan.

Semoga pembaca buku ini tercatat dalam pengamal hadits; sebaik-baiknya belajar adalah belajar Al Qur’an. Amien! (*)

M Kamil Akhyari, sarjana Jurusan Tafsir Hadits Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika). Saat ini mengajar di SMP Islam Nurul Ishlah dan SMK Nurul Huda, Bluto, Sumenep.