Daerah

Jatim Fasilitasi Pembukaan Pesantren Terapkan Protokol Kesehatan

Rabu, 03 Juni 2020 08:00 wib

...
Petugas memeriksa suhu santri di Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo, Jawa Tengah, Rabu, 22 April 2020 (santrinews.com/antara)

Surabaya – Para santri yang mondok di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur bersiap kembali ke pesantren setelah diliburkan selama hampir tiga bulan karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan siap memfasilitasi dengan memberikan mitigasi dan sinergi agar pondok pesantren bisa menerapkan protokol kesehatan secara baik.

“Sesuai dengan maklumat PWNU Jatim tentang pembukaan pembelajaran santri di pesantren, bahwa hal tersebut menjadi kewenangan masing-masing pengasuh pondok pesantren,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Selasa, 2 Juni 2020.

Khofifah mengatakan juga sudah menyiapkan sejumlah bantuan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di pesantren.

Di antaranya bantuan 34.650 alat perlindungan diri (APD) yang ditujukan untuk 1.286 pesantren yang memiliki fasilitas pos kesehatan pesantren (poskestren).

Kemudian vitamin C sebanyak 92.836 blister untuk santri, dan 52.759 blister untuk ustaz dan ustazah. Lalu masker sebanyak 464.182 buah untuk santri dan 52.759 buah untuk ustaz dan ustazah.

Kemudian tempat cuci tangan sebanyak 18.564 buah, dan hand sanitizer sebanyak 981.122 botol. Selain itu, Pemprov Jatim juga akan menyebar sprayer dan desinfektan.

Ada pula bantuan sembako sebanyak 44.845 untuk ustaz dan ustazah yang bermukim di dalam pondok.

“Bantuan ini kami rencanakan untuk mendukung penegakan protokol kesehatan. Agar setiap pesantren bisa melakukan persiapan untuk dimulainya proses belajar mengajar di pesantren,” kata Khofifah.

Dengan demikian, Khofifah berharap kegiatan belajar mengajar santri di pesantren bisa tetap terjaga dan aman dari risiko penularan Covid-19.

“Sesungguhnya mereka santri pondok yang tidak ada pendidikan formal dan hanya program ngaji, mereka bisa langsung masuk ke pondok dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya. (red)