Daerah

Wartawan Pokja Pemprov Jatim Salurkan Bantuan 10 Ribu Masker

Kamis, 02 Juli 2020 18:00 wib

...

Surabaya – Mengenakan masker memiliki efektivitas pencegahan penularan virus corona hingga 60 persen, bahkan pada satu komunitas yang menggunakan masker 60 persen saja, bisa menurunkan transmisi penularan di bawah 1.0.

Hal inilah yang menginisiasi Kelompok Kerja Wartawan Pemprov Jawa Timur turut aktif menyalurkan bantuan masker untuk warga melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

Kapokja Wartawan Pemprov Jatim, Fiqih Arfani, menyampaikan penyaluran bantuan ini juga bagian dari dukungan ke pemerintah terhadap Gerakan Jatim Bermasker.

“Jika sudah di angka 1.0, artinya virus ini akan menurun dan akan hilang dengan sendirinya karena tidak ditularkan pada yang lain,” ujarnya di sela penyaluran bantuan masker di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis sore, 2 Juli 2020.

Selain itu, pihaknya berharap wartawan juga berperan aktif dengan melakukan sosialisasi sekaligus edukasi ke masyarakat tentang disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Wartawan tidak hanya mengimbau dengan tulisan, tapi dengan langkah nyata mengedukasi, minimal di lingkungan kerja maupun tempat tinggal masing-masing,” kata pewarta ANTARA tersebut.

Bantuan 10 ribu masker kain merah putih tersebut merupakan kerja sama antara Pokja Wartawan Pemprov Jatim dan Ari Lasso bersama Gerakan Memakai Masker Gratis (Gemas) serta Ikafe Unair Surabaya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut puluhan anggota Pokja Wartawan Pemprov Jatim yang juga secara simbolis bersama-sama mengenakan masker sebagai bentuk kampanye dukungan Gerakan Jatim Bermasker.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi bantuan 10 ribu masker dari Pokja Wartawan Pemprov Jatim.

Khofifah berharap para wartawan juga berperan aktif serta tidak bosan-bosan mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Terima kasih kepada teman-teman pokja. Mari selalu diingatkan terus, bahwa saat ini disiplin adalah vaksin. Masker juga sangat membantu menurunkan potensi penularan Covid-19,” kata Khofifah. (red)