Daerah

FKUB Jatim Ajak Masyarakat Hindari Isu Agama dalam Politik

Rabu, 02 September 2020 15:00 wib

...
Supati Sumenep KH A Busyro Karim saat menerima kunjungan FKUB Jawa Timur (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sumenep menghadapi Pilkada pada 9 Desember mendatang.

“Seluruh elemen di Kabupaten Sumenep harus menjaga kerukunan umat beragama saat Pilkada Sumenep 2020,” kata Wakil Ketua FKUB Jawa Timur, Nadjib Hamid usai Kunjungan Kerja FKUB Jatim di Kantor Bupati Sumenep, Rabu, 2 September 2020.

Selain Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, dan Sekda Edy Rasiyadi, hadir juga Pengurus FKUB Sumenep.

Kunjungan FKUB Jatim ini sebagai rangkaian kunjungan ke 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang melaksanakan Pilkada Serentak pada 2020.

Ada tiga agenda dalam kunjungan kerja ini. Pertama, saat pilkada kerukunan tetap terjaga. Kedua, soal dampak covid-19 pada pelaksanaan ibadah. Ketiga,konsolidasi organisasi.

Nadjib berharap, para kandidat dan masyarakat tetap menjaga daerah agar tetap aman dan kondusif dalam menghadapi Pilkada 2020. Menurutnya, Pilkada adalah agenda rutin setiap lima tahun sekali, sehingga pelaksanaannya diiringi dengan kebahagiaan.

Ia juga berharap para kontestan Pilkada Sumenep 2020 agar tidak membawa isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), sehingga tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat yang selama ini hidup rukun.

“Kami senantiasa mengawal pelaksanaan Pilkada supaya tidak ada kontestan membawa isu SARA, demi menjaga kerukunan umat beragama termasuk di Kabupaten Sumenep,” tegasnta.

Kiai Busyro menyambut baik dukungan moral FKUB Jawa Timur. Harapannya Kabupaten Sumenep tetap kondusif pada Pilkada 2020.

“Ini adalah dukungan moral agar tidak saling menjelekkan apalagi membawa-bawa isu agama,” tegasnya.

Karena itu, ia juga berharap masyarakat terus menjaga keamanan dan ketertiban, mulai tahapan awal pemilihan sampai akhir pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada 2020.

“Seluruh masyarakat harus memberikan pesan damai sebagai tanggungjawab bersama menjaga kerukunan umat beragama. Karena itu, jangan menyebarkan konten hoax atau mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong,” pungkasnya. (rus/onk)