Daerah

Pemkab Sumenep Luncurkan Kampung Mengaji

Senin, 14 September 2020 06:30 wib

...
Bupati Sumenep KH A Busyro Karim menandatangani prasasti Kampung Ngaji di Perum Griya Mapan Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Ahad malam, 13 September 2020 (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep meluncurkan program Kampung Ngaji. Program ini dimaksudkan untuk menggerakan masyarakat muslim melakukan tradisi mengaji setelah maghrib baik di masjid-masjid, mushala dan langgar atau di rumah.

“Kampung Ngaji ini lahir dari keprihatinan terhadap situasi di tengah masyarakat saat ini,” kata Bupati Sumenep KH A Busyro Karim pada Peresmian Kampung Ngaji di Perum Griya Mapan Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Ahad malam, 13 September 2020.

Menurut Kiai Busyro, dulu masyarakat muslim Sumenep biasanya mengisi ruang keluarga dengan kegiatan mengaji sehabis shalat maghrib. Bahkan anak-anak sejak sore sudah mendatangi langggar atau mushala untuk shalat berjamaah sekaligus mengaji.

Kini nilai budaya dan kultur itu mengalami pergeseran. Ruang keluarga diisi dengan menonton acara televisi, bermain telepon genggam dan update status di media sosial. “Ini akibat semakin derasnya perkembangan teknologi informasi,” tegasnya.

Perlu solusi konstruktif untuk menghidupkan kembali tradisi mengaji setelah magrib tersebut. Yakni melalui program Kampung Ngaji. “Ini bisa dilakukan oleh guru ngaji setempat,” ujarnya.

Ia berharap, partisipasi masyarakat dalam rangka menghidupkan kembali tradisi mengaji setelah Magrib untuk anak-anaknya baik di masjid, langgar dan mushola, sehingga mampu memperkuat kultur anak-anak mengaji.

“Mudah-mudahan, kampung ngaji ini bias memperkuat tradisi anak-anak untuk rajin mengaji meskipun usianya bukan siswa SD, karena akhir-akhir ini anak-anak merasa telah selesai belajar ngaji setelah lulus SD,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengawali program Kampung Ngaji di Perum Griya Mapan Desa Kacongan, ditandai dengan penyerahan Al-Quran dan penandatanganan prasasti oleh Bupati KH A Busyro Karim bersama Ketua Kampung Ngaji Griya Mapan KH Moh Faqih.

Kiai Busyro menegaskan, sasaran kampung ngaji adalah seluruh desa atau kampung di Kabupaten Sumenep secara bertahap, terutama desa atau kampung yang benar-benar tidak ada kegiatan ngaji setelah magrib.

“Untuk merealisasikan program kampung ngaji tidak perlu membentuk lembaga baru, tetapi bersama pemerintah desa memperkuat dan meningkatkan kegiatan masjid atau mushala, agar mengajari anak-anak belajar ngaji setelah magrib,” tandasnya.

Sementara Ketua Kampung Ngaji Perum Griya Mapan, KH Moh Faqih mengatakan, warga Perum Griya Mapan telah melakukan kegiatan mengaji setelah magrib termasuk hafalan Al-Quran bagi anak-anak, bahkan sejak 2010 lalu.

“Tentu saja dengan peresmian Kampung Ngaji menambah semangat warga perumahan untuk meningkatkan mengaji dengan membuat program baru,” pungkasnya. (ari/onk)