Daerah

Hari Santri Nasional, Banyuwangi Gelar Khataman Libatkan Penghafal Al-Quran

Sabtu, 24 Oktober 2020 21:00 wib

...

Banyuwangi – Memperingati Hari Santri Nasional 2020, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar khataman Al-Quran dengan melibatkan para hafidz dan hafidzah.

Khataman Al-Quran yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Jumat, 23 Oktober 2020, juga diikuti kegiatan yang sama seluruh kecamatan di Banyuwangi sembari berdoa untuk kemaslahatan daerah.

“Para santri mengajarkan banyak teladan positif bagi kita, tidak hanya kemandirian, kegigihan dalam menuntut ilmu, bahkan juga semangat cinta tanah air di mana santri memiliki andil yang besar dalam kemerdekaan Indonesia,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Ia juga mengajak semua pihak untuk meneladani kemandirian dan semangat para santri dalam menuntut ilmu agama hingga cinta tanah air.

Menurut dia, nilai kemandirian yang diterapkan santri perlu menjadi contoh bagi kaum muda. Tidak hanya menjalani kemandirian saat menuntut ilmu, bahkan kemandirian juga ditunjukkan santri setelah keluar dari pondok pesantren dalam melakukan kegiatan ekonomi.

“Para santri sebagian besar justru menggerakkan perekonomian dengan berwirausaha. Merekalah yang sejak dulu telah menerapkan jiwa entrepreneurship, dengan tidak bergantung kepada pihak lain dalam bekerja dan mencari nafkah,” ujarnya.

“Para santri tidak gengsi untuk memulai usaha mulai skala kecil, saya sendiri juga santri dan pernah mengalami hal ini.”

Azwar Anas juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pondok pesantren di daerah yang memiliki andil besar dalam bidang pendidikan. Pondok pesantren telah ikut memajukan kualitas SDM daerah, bahkan nilainya lebih daripada jalur umum karena menanamkan nilai agama yang kuat kepada seluruh anak didiknya.

Menurut dia, pondok pesantren telah menjadi konsep pendidikan tertua di Indonesia yang saat ini telah ditiru oleh banyak institusi pendidikan baik negeri ataupun swasta. Di mana penerapan boarding school dinilai membuat jalannya pendidilan lebih fokus.

“Kami yakin pondok pesantren menjadi sumber SDM daerah berkualitas sekaligus berakhlakul karimah. Terima kasih untuk peran yang telah dijalankan tersebut,” kata Anas. (ant/red)