Daerah

IPNU Nganjuk Bentuk Tim Khusus Hadapi Radikalisme

Kamis, 01 April 2021 11:30 wib

...
Ahmad Zainul Hasan (tengah) usai terpilih menjadi Ketua PC IPNU Kabupaten Nganjuk dalam Konfercab XXIII IPNU Nganjuk, Selasa, 29 Maret 2021 (santrinews.com/istimewa)

Nganjuk – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berkomitmen membentengi generasi pelajar dari bahaya narkoba dan penyebaran paham radikal yang kini sudah menyasar generasi millenial.

“Jika dibiarkan radikalisme dapat menggeroti keutuhan NKRI,” kata Ketua PC IPNU Nganjuk Ahmad Zainul Hasan, Rabu, 31 Maret 2021.

Baca juga: Terorisme di Indonesia dan Saudi

Menurut Zainul Hasan, selain membahayakan diri sendiri, keduanya berpotensi merusak tatanan masyarakat.

Ia menegaskan, radikalisme dan narkoba tidak bisa ditangani secara mandiri oleh satu organisasi, namun membutuhkan gerakan bersama.

Karena itu, kata Zainul, IPNU Nganjuk akan melakukan penguatan wawasan keislaman dan kebangsaan dimulai dari internal IPNU dan generasi pelajar pada umumnya.

“Ditengah-tengah proses formatur menyusu kepengurusan, kami beserta seluruh jaringan di tingkat sekolah hingga perguruan tinggi berkomitmen serta berkoordinasi dalam membentuk tim khusus menyosialisasikan bahaya paham radikal,” ujarnya.

Salah satunya dengan bekerjasama dengan BNPT, Polisi, TNI, Kemenag, Pondok Pesantren dan Dinas Pendidikan, untuk melakukan gerakan bersama agar lebih terstruktur, sistematis dan masif.

Dalam seminggu terakhir telah terjadi dua aksi teror, bom bunuh diri di Makassar dan Mabes Polri. Pelakunya masih mudah.

“Usia tersebut termasuk dalam rentang usia pelajar, sehingga penting bagi IPNU-IPPNU mengambil langkah strategis maupun penguatan ideologis,” tegasnya.

Baca juga: Serangan Terduga Teroris di Mabes Polri, PBNU: Indonesia bukan Negara Kafir

Ia berharap agar pihak berwenang untuk dapat mengusut dan menuntaskan kasus aksi teror tersebut.

“Usut tuntas sampai ke akar-akarnya, sebab tidaklah mungkin terduga pelaku dalam menjalankan aksinya berdiri sendiri, tanpa ada yang mendalanginya,” pungkasnya. (rif/red)