Daerah

Pendiri Ansor Selalu Berfikir untuk Bangsa

Minggu, 28 November 2021 21:30 wib

...

Lumajang – Wakil Ketua I bidang organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Muhammad Jafar Shodiq mengingatkan tentang perjuangan para pendiri Ansor. Mereka telah mencurahkan jiwa raganya mencetak kader-kader pejuang demi terwujudnya cita-cita mulia.

Hal itu disampaikan Jafar Shodiq saat sambutan pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XV Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Lumajang di Gedung PKK Lumajang, Sabtu, 27 Nopember 2021.

Pemukaan Konfercab dengan mengusung tema “Soliditas dan Sinergitas Gerakan Pemuda Ansor Lumajang Menuju Satu Abad NU Demi Utuh dan Tegaknya NKRI” ini dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Bupati Lumajang H Thoriqul Haq dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.

Jafar Shodiq menyebut diantara pendiri Ansor adalah KH A Wahab Hasbullah. Menurutnya, Kiai Wahab Hasbullah lebih memikirkan kepentingan umat dan bangsa, dibandingkan memikirkan dirinya sendiri.

“Kiai Wahab Hasbullah tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, tapi beliau berfikir untuk bangsa Negara Indonesia,” tegasnya.

“NU berdiri bukan untuk jamiyah atau warga NU sendiri, tapi untuk Negara Republik Indonesia,” lanjutnya.

Jafar Shodiq meminta agar kader Ansor berpartisipasi aktif di dalam pembangunan dan selalu menjaga hati agar ikhlas dalam berjuang di organisasi serta menjadi garda terdepan pengawal Ulama dan NKRI.

“Itu visi misi dari tujuan Ansor agar para sahabat tidak terbawa arus dan kemudian menjadi bias di dalam memaknai organisasi ini,” tandasnya.

Yang paling penting, Jafar Shodiq mengajak kader Ansor untuk mengutamakan akhlak mulia atau akhlakul karimah.

“Ada tiga tujuan besar dalam Ansor, yang paling utama adalah membentuk karakter yang berakhlakul karimah,” ujarnya.

Ja’far juga berpesan agar kederisasi terus tetap digencarkan, sehingga roda organisasi serta perjuangan terus berlanjut. Menurutnya, tokoh besar adalah dia yang bisa melahirkan tokoh besar lainnya.

“Insyaallah dengan begitu kita akan menemukan intisari dari perjuangan atau intisari berkhidmat sebagai kader Ansor,” pungkasnya. (nuo/red)