Daerah

Akademisi, Budayawan hingga Kalangan Pesantren Kumpul Bahas Provinsi Madura

Selasa, 11 Januari 2022 11:00 wib

...

Surabaya – Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura pantang menyerah. Setelah langkah perjuangan melalui yudicial review di Mahkamah Konstitusi kandas, kini mereka menempuh langkah berbeda.

Demikian salah satu poin bahasan penting dalam pertemuan sejumlah tokoh dan ulama Madura di Coffe Shop Hotel Elmi Surabaya, Senin, 10 Januari 2022.

Pertemuan dihadiri sekitar 40 tokoh. Diantaranya Ketua Dewan Pembangunan Madura (DPM) Haji Achmad Zaini, Budayawan KH D Zawawi Imron, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep KH Fauzi Tidjani Djauhari, Rektor Unitomo Surabaya DR Siti Marwiyah, Rektor Unija Sumenep DR Syaifurrahman, Sekjen GPI Harun Al Rasyid, dan Ketua IKAMA Jatim H Bukhori Imron.

Hadir juga KH RPA Mujahid Anshori, KH Hanan Nawawi, KH Hafidullah, Rahman, AS Rizal, Produser Film Jokotole – Faisal Nawawi, Efri Jo – Produser dan tim.

Baca juga: Wacana Provinsi Madura Menguat, Investor Migas Resah

Diskusi berlangsung cukup serius mempertajam berbagai agenda yang sedang mereka perjuangkan untuk kemajuan Madura. Mulai soal kemiskinan, keterbelakangan, infrastuktur, provinsi Madura bahkan rencana pembuatan film layar lebar ‘Jokotole’. Budayawan Eros Djarot hadir mengisi diskusi.

Eros Djarot mendukung perjuangan mereka mewujudkan Madura menjadi provinsi. Bahkan Eros berseloroh kepada Siti Marwiyah, adik kandung Menkopolhukam Mahfud MD, untuk melaporkan pertemuan ini kepada kakandanya, Mahfud MD.

Sementara Zawawi Imron sangat optimis bahwa perjuangan mewujudkan Provinsi Madura dan Tol Trans Madura segera terealisasi. Sebab, sifat dan karakter orang Madura sangat memungkinkan semua perjuangan itu akan terwujud.

“Dengan potensi besar yang dimiliki Madura, seharusnya tuntutan kepada pusat dilakukan lebih taktis dan strategis,” kata KH RPA Mujahid menambahkan.

Sebelum mengakhiri diskusi, Eros berkomitmen untuk membantu penyelesaian ‘Film Jokotole’ secara gratis, tanpa harus dibayar.

Haji Achmad Zaini sebagai motor dari perjuangan mewujudkan Madura menjadi propinsi merasa tercerahkan dengan lontaran pemikiran Eros Djarot dan sejumlah tokoh.

“Saya sangat berterima kasih atas pencerahan yang diberikan Mas Eros Djarot, saya semakin semangat karena semakin banyak yang membantu perjuangan ini,” tegas Haji Zaini. (red)