Daerah

Tekan HIVAIDS, MUI Terjunkan Dai ke Lokalisasi

Kamis, 16 Mei 2013 00:44 wib

Situbondo – Jumlah warga di Kabupaten Situbondo yang terjangkit HIV/AIDS meningkat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan ikhtiar untuk menekan penyebaran penyakit yang mematikan tersebut.

Salah satunya membentuk Ikatan Dakwah Islam Area Lokalisasi (IDIAL). Pembentukan sekumpulan para dai dengan nama IDIAL itu disampaikan langsung Ketua MUI Kabupaten Situbondo KH Syaiful Muhyi seusai mengikuti rapat koordinasi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) bersama semua elemen masyarakat di ruang rapat Bupati Situbondo, Rabu 15 Mei 2013.

“Karena salah satu faktor penyebab penyebaran HIV/AIDS itu seks bebas, sehingga sesuai dengan kesepakatan MUI Jawa Timur, setiap pengurus MUI di sejumlah daerah di Jawa Timur diharuskan membentuk sekumpulan para dai yang tergabung dalam IDIAL, dengan tujuan untuk membantu menyadarkan pekerja seks komersial (PSK).  Sebab, MUI juga mempunyai tugas dan kewajiban untuk memberikan pemahaman tentang dampak yang ditimbulkan seks bebas,” terang KH Syaiful Muhyi.

Menurutnya, sesuai dengan arahan dari MUI Jawa Timur, sebelum bulan Ramadhan, IDIAL sudah terbentuk. Sedangkan para dai yang tergabung dalam IDIAL itu nantinya akan disebar ke sejumlah eks lokalisasi di Kabupaten Situbondo.

“Jumlah penduduk di Jawa Timur saat ini mencapai 39 juta jiwa, 98 persen di antaranya umat muslim. Ironisnya, Jawa Timur yang memiliki penduduk mayoritas muslim ini malah menjadi tempat pelacuran terbesar se-Asia,” bebernya.

Kiai alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menambahkan, berdasarkan KPA Situbondo, salah satu penyebab penyebaran HIV/AIDS melalui seks bebas. “Karena itulah, MUI Situbondo sangat mendukung penutupan sejumlah eks lokalisasai di Kabupaten Situbondo,” pungkasnya, seperti dilansir Kompas.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, penderita HIV/AIDS di Situbondo cenderung meningkat. Bahkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tercatat sebanyak 97 penderita HIV/AIDS meninggal dari jumlah total penderita 215 orang. Sedangkan untuk tahun ini sejak Januari hingga Mei, tercatat 21 orang positif mengidap HIV/AIDS.

Selain itu, KPA bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo juga menemukan 12 PSK asal luar kota yang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS. (ahay/saif).