Daerah

MINU Walisongo Sumberejo Doakan Warga Gaza Palestina

Sabtu, 19 Juli 2014 17:09 wib

...
Kepala MINU Walisongo Mariyanto menyerahkan donasi untuk Palestina kepada pengurus PMI Bojonegoro (dok/santrinews.com)

Bojonegoro – Para ustadz dan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Nahladtul Ulama (MINU) Walisongo, Sumberrejo, Bojonegoro menggelar istighasah untuk umat Islam di Gaza Palestina, Sabtu, 19 Juli 2014.

Kegiatan dalam rangka penutupan pondok ramadlan MINU Walisongo itu digelar bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro.

“Semoga berkat barokah Romadhan, doa kita diterima. Semoga warga Gaza Palestina diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah mempercepat perdamaian di Gaza,” kata guru mata pelajaran Al-Quran-Hadist, Junaidi usai memimpin istighasah.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi dan berakhir pada pukul 10.15 WIB dengan diawali PKA (Pembiasaan Karakter Aswaja), yakni Dhuha bi jahr, Asma’ul Husna bi nadhor, dan lain-lain.

Nampak ratusan siswa-siswi berbaris rapi di dalam Masjid Jamik Walisongo yang berada satu kompleks dengan LP Ma’arif NU Kecamatan Sumberrejo.

Fatimatus Zahro, Koordinator aksi Munajat Langit untuk Gaza itu mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk solidaritas nyata keluarga besar MINU Walisongo kepada sesama muslim. Lewat usaha langit inilah cara terbaik, yaitu bermunajat kepada Allah lewat istighasah.

“Alhamdulillah kali ini sumbangan sukarela anak-anak kami sungguh fantastis, mencapai nominal yang diluar sangkaan yaitu satu juta lebih, padahal kebanyakan anak-anak didik kami berlatar belakang menegah ke bawah,” ujarnya.

Donasi dari siswa-siswi dan para wali siswa tersebut diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro dan akan dibantukan kepada para korban serangan Militer Israel di Gaza, Palestina,

“Sumbangan Sukarela merupakan representasi dari progam amaliah aswaja kami. Selama ini kami sudah melaksanakan pembiasaan bersama anak-anak agar menyisahkan uang jajan untuk keperluan dana sosial, melalui kaleng shodaqoh keliling dan kaleng di masing-masing kelas,” kata Kepala MINUWalisongo, Mariyanto. (lina/ahay)