Daerah

Ansor Gresik Minta Kemenag Tarik Buku Sejarah Islam

Jum'at, 19 September 2014 15:00 wib

Gresik – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik meminta Kantor Kementerian Agama menarik buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), kelas  VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menyebut makam wali adalah berhala di era modern.

Kamis 18 September 2014 kemarin, puluhan anggota GP Ansor Gresik mendatangani kantor Kementrian Agama Gresik, di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Mereka melakukan dialog dengan Kasubag TU Kemenag Gresik Yunus Efendi, dan Kasi Pendidikan Madrasah M Muafak Wirahadi.

Ketua GP Ansor Gresik, M Faizin dan sekretatis Agus Junaidi menyampaikan temuan di lapangan. Bahwa, pelajaran SKI Kelas VII MTs telah meresahkan warga Nahdliyyin.

“Tuntutan kami meminta kantor Kemenag Gresik menerik peredaran buku pelajaran SKI Kelas VII MTs,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik.

Seperti diketahui, buku pelajaran SKI Kelas VII MTs karangan Yunyun Yunadi, Lc. sudah beredar di sekolah-sekolah MTs setara dengan SMP di Kabupaten Gresik. Dengan jelas buku tersebut menyebut, bila makam-makam para wali disebut sebagai bentuk berhala.

“Kami memberikan deadline 24 jam supaya ditarik. Bahkan, bila perlu dimusnakan. Kami juga meminta Kemenag Gresik menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk menarik semua dan mengganti dengan buku baru,” ujar M Faizin.

Menyikapi itu, Muafak menjelaskan, bila buku SKI Kelas VII MTs belum beredar di Kabupaten Gresik. Namun, sebagai gantinya Kanwil Kemenag Jawa Timur mengirim dalam bentuk shoft copy yang disebarkan kepada guru di sekolah se-Kabupaten Gresik.

Kendati demikian, ditegaskan Muafak, seperti dilansir beritajatim, pihaknya siap menarik dan memusnakan.

“Kami berterima kasih. Hanya, sebelum ada aksi dari Ansor, kami mendapat surat bila memang ada kesalahan redaksi. Bahkan, kami juga mendapat revisinya,” tukasnya. (jaz/saif)