Daerah

Ribuan Santri Demo Tuntut Bupati Tutup Pabrik Minuman Ringan

Rabu, 17 September 2014 19:28 wib

Pandeglang – Ribuan santri, ustadz dan kiai, yang merupakan gabungan dari beberapa daerah di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Banten, Rabu 17 September 2014 mendatangi pendopo Bupati Pandeglang.

Selain melakukan aksi di pendopo, massa juga memblokir jalur depan pendopo. Akibatnya Polres Pandeglang mengalihkan arus kendaraan agar tidak terjebak kemacetan.

Akis ini mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera menutup tanpa syarat PT Tirta Fresindo Jaya (PT. Mayora group) yang membuka pabrik di Kampung Karamat, Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan Serang.

Massa datang menggunakan puluhan kendaraan, terdiri dari belasan truk terbuka dan beberapa kendaraan pribadi. Mereka langsung berkumpul di sekitar alun-alun, lalu longmarch ke pendopo Bupati Pandeglang yang sudah dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Pandeglang dan Polda Banten, serta Satpol PP setempat.

Selain berorasi, massa juga membagikan selebaran dan membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan. Polisi yang berjaga juga dilengkapi dengan dua buah kendaraan water canon, barakuda, dan beberapa alat kelengkapan lainnya yang biasa digunakan untuk penghadang

Massa menilai, Pemkab Pandeglang tidak tegas atas keberadan perusahaan minuman ringan itu. Padahal, keberadaannya sudah membuat masyarakat sekitar menderita. Terlebih dalam eksploitasi sumber daya air (SDA) yang selama ini digunakan masyarakat sekitar untuk sumber kehidupan dan kebutuhan lahan pesawahan.

Beberapa perwakilan pendemo diterima atau beraudiensi dengan Sekda Pandeglang Aah Wahid Maulani, yang didampingi oleh Assda I Pandeglang Utuy Setiadi serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Rahman, salah seorang warga Kampung Karamat, Kecamatan Cadasari mengatakan, sumber air di dekat rumahnya mengering setelah adanya operasional perusahaan tersebut. Saat ini air sudah tidak mengalir, karena di depan rumahnya ada pekerjaan pengeboran.

Menanggapi berbagai tuntutan itu, Sekda Pandeglang Aah Wahid Maulany, seperti dilansir poskotanews menyatakan, pihaknya mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat. Semua tuntutan akan disampaikan ke Bupati Pandeglang, untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sayangnya, jawaban Sekda tidak memuaskan para pendemo dan mengancam akan datang kembali atau menuntut Bupati Pandeglang untuk segera menutup PT. Tirta Fresindo Jaya itu. (jaz/saif)