Daerah

Valentine Day Bertentangan dengan Nilai Agama

Jum'at, 13 Februari 2015 20:40 wib

...
Komunitas Hijabi menyampaikan seruan moral di alun alun Bangkalan (santrinews.com/hambali)

Bangkalan – Forum Tunas Bangsa (FTB) Bangkalan, Jumat, 13 Pebruari 2015, berkumpul di alun alun kota. Mereka menyerukan untuk tidak merayakan “Valentine Day” yang bertepatan pada 14 Pebruari. Alasannya, hal itu bertentangan dengan budaya bangsa dan nilai-nilai agama.

Perayaan Valentine Day sering dijadikan momentum spesial oleh para anak muda-mudi untuk memadu kasih sayang yang berlebihan. Bahkan hingga berhungan seks diluar nikah.

“Valentine day bukan budaya bangsa kita, kami berharap kepada orang tua untuk mengawasi dari bahaya valentine day,” kata Kordinator Forum Tunas Bangsa, Arbi Assiddiqi. Forum Tunas Bangsa terdiri dari mahasiswa, siswa, dan Komunitas Hijabi.

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini digegerkan adanya bocah 12 tahun hamil di luar nikah. Bahkan berdasarkan hasil surve KPAI terdapat 32 persen remaja usia 14-18 pernah berhubungan seks.

“karena itu, kami dari Furum Tunas Bangsa mengutuk keras valentine day karena bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegasnya.

Ia menambahkan, Valentine Day bukan hari yang layak ditiru oleh kaum muda Madura. “Ini bukan budaya Madura. Kami mengajak pada pemuda-pemudi untuk tidak mengikuti dan merayakan Valentin Day,” tegasnya.

Selain itu, Siddiqi mengingatkan agar masyarakat Madura tidak terbawa arus budaya Barat yang merusak moral melalui pergaulan bebas, yakni melalui perayaan Valentine Day.

“Hakikat kasih sayang seharusnya kita miliki adalah mencintai dan menyayagi karena Allah,” tandasnya. (ham/saif)