Daerah

Gusdurian Jatim Desak Buku PAI Berisi Faham Radikal ISIS Segera Ditarik

Jum'at, 20 Maret 2015 13:26 wib

Surabaya – Koordinator Jaringan Gusdurian Jawa Timur, Aan Anshori mendesak pemerintah Kabupaten Jombang agar segera menarik buku pelajaran yang di dalamnya terdapat materi pelajaran mengajarkan Islam radikal.

Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI SMA yang berisi ajaran berbau radikalisme, ajaran yang mirip dianut ISIS beredar di sejumlah sekolah di Jombang. Pada halaman 78 buku itu disebutkan, jika orang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh.

“Saya menuntut agar buku tersebut segera ditarik dan direvisi sesuai dengan nilai-nilai luhur Islam rahmatan lil alamin yang bersendikan Pancasila dan UUD 1945,” kata Aan Anshori, Jumat, 20 Maret 2015.

Mantan aktivis PMII ini mengaku sudah sejak lama mencurigai ajaran Islam radikal disemai melalui institusi pendidikan formal dari tingkat dasar hingga menengah atas di Jombang. Temuan buku ajar Agama dan Budi Pekerti kelas XI jelas mengkonfirmasi hal tersebut.

Menurut Aan, secara kontemporer, ajaran bunuh-membunuh dalam konteks ini telah dipraktekkan secara sukses oleh ISIS. “Mengajarkan buku itu secara tidak langsung telah menjadikan anak didik SMA di Jombang sebagai kader ISIS,” kata dia.

Dia menduga ajaran tersebut sudah tersebar luas secara nasional. Sebab, sumber ajaran tersebut berasal dari buku sekolah elektronik (BSE) yang bebas didownload dari situs resmi Kemendiknas.

Untuk itu, dia meminta aparat keamanan meminta keterangan kepada tim penulis buku itu, dan MGMP Mapel Agama. “Ini penting untuk memperjelas apakah mereka menjadi bagian dari ISIS yang sengaja disusupkan dengan maksud meracuni pikiran siswa-siswi,” imbuhnya.

Aan menambahkan, dalam konteks Jombang, masih banyak tokoh Islam kontemporer asal kota ini yang lebih layak dijadikan model pemikirannya dalam buku tersebut, misalnya KH A Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), atau Nurcholis Madjid (Cak Nur).

Buku yang ditulis dan diterbitkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tersebut salah satunya ditemukan di SMA Negeri 1 Jombang. Sekolah tersebut menerima buku PAI kelas XI SMA pada pekan lalu. (saif/ahay)