Daerah

Pelajar dan Santri Harus Jadi Penerus NU

Sabtu, 04 April 2015 20:45 wib

...
Siswa dan siswi kelas akhir MTsN Tambakberas Jombang peserta Makesta IPNU-IPPNU (santrinews.com/saif)

Jombang – Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi kader penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

KH Irfan Sholeh, ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur merasa sangat prihatin kalau kemudian ada santri serta pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.

“Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama,” kata dia, di acara kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri (IPNU-IPPNU), di MTsN Bahrul Ulum Tambakberas, Sabtu 4 April 2015.

Apalagi, lanjutnya, seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh Pesantren Tambakberas adalah aktifis NU. “Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain,” ujarnya di hadapan 680 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi kelas akhir.

Karenanya, menurut Gus Irfan sapaan akrabnya, mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. “Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU,” tandasnya.

Karenanya Gus Irfan sangat berterimakasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan Komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

Makesta ini berlangsung selama dua hari yakni hari Kamis dan Sabtu. “Kegiatan Makesta harus dilaksanakan selama dua kali pertemuan karena menyesuaikan dengan jadwal sekolah yakni dari jam 7 pagi hingga 12 siang,” kata Ketua PC IPNU Jombang, Abdur Rosyid.

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NU-an. Sedangkan rekan dari PC IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (saif/ahay)