Daerah

Santri Digital di Banyuwangi Mengaji Kitab Kuning Pakai Tablet

Sabtu, 25 April 2015 06:53 wib

...
Kepala Seksi Pemberdayaan KUA Lebak Banten, H Nurcholis Ali saat melakukan Penilaian Kemampuan Penguasaan Kitab Kuning (santrinews.com/kemenag)

Banyuwangi – Sebanyak 1.500 titik WiFi yang tersebar di Banyuwangi berupaya memudahkan akses informasi bagi Kabupaten di ujung paling timur pulau Jawa tersebut, tak terkecuali di lingkungan pesantren.

“WiFi sekarang kita pasang di berbagai tempat termasuk di pesantren. Sehingga santri-santri itu bisa mengakses referensi kitab-kitab melalui internet,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di rumah dinasnya, di kompleks pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jumat 24 April 2015.

Dia menegaskan, ini adalah bagian dari upaya digitalisasi pesantren. Akses WiFi di lingkungan pesantren juga dimanfaatkan untuk mengajarkan santri berbagai pelatihan, termasuk di antaranya membuat bisnis berbasis online.

Yang menarik, lanjut Anas, seperti dilansir Detik, bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga berencana untuk melakukan digitalisasi kitab kuning yang akrab digunakan di lingkungan pendidikan pesantren.

“Kan banyak referensi kitab kuning itu, santri harus buka di buku besar. Kalau download di sebuah program begitu, besok-besok santri kalau ngaji tinggal bawa iPad saja. Kitabnya ada di situ semua, toh?” Anas mengungkapkan idenya.

Dikatakannya, digitalisasi kitab kuning saat ini masih dalam proses. Namun dia tidak menyebutkan kapan ide kitab kuning bisa diakses dari gadget dapat segera diwujudkan.

Anas berharap, upaya digitalisasi pesantren bisa memunculkan sumber daya manusia unggul dari kalangan pesantren, terutama berkaitan dengan teknologi. Sehingga tak ada lagi santri dianggap gaptek alias gagap teknologi. (jaz/onk)