Daerah

Wawan Septhian: Saya Ikhlas Demi NU

Selasa, 11 Juni 2013 22:25 wib

...
Wawan Septhian (18 tahun) semasa hidupnya (Dok/Santrinews.com)

Sumenep – Wawan Septhian (18), mungkin tak menduga dirinya akan meninggal di luar daerahnya sendiri. Ia adalah salah seorang petugas pembuat Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu).

Pria asli Jember ini meninggal saat bertugas pembuatan Kartanu di Kabupaten Sumenep. Senin, 10 Juni 2013, sekitar pukul 15.00 WIB, ia mengalami kecelakaan, akibat tabrak lari sebuah mini bus. Tepatnya, di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Desa Pakandangan, Bluto, Sumenep.

Saat itu, Wawan mengendarai sepeda motor bernopol B 6373 UX melaju dari arah barat menuju Sumenep. Menurut saksi, di TKP memang terdapat onderdil mini bus yang tidak diketahui nomor kendarannya.

Bersama empat tim pembuat Kartanu, Wawan sudah beberapa pekan berada di Sumenep, melayani warga NU di beberapa kecamatan di Sumenep, yang hendak membuat Kartanu. “Pada saat itu sedang bertugas di Kecamatan Pragaan,” kata Staf Sekretariat PCNU Sumenep, Abdurrahman, Selasa, 11 Juni 2013.

Sekitar pukul 20.40 WIB, Senin malam, 10 Juni 2013, janazah setelah dilakukan autopsi dan dimandikan di RSUD H Moh Anwar Sumenep, dan langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Jember.

Bendahara PCNU Sumenep H Nurul Hidayat yang ikut mengurus janazah almarhum Wawan, mengaku sangat terharu. Dia menuturkan, teman-teman Wawan sebenarnya sudah melarang untuk menjalankan tugasnya pada hari itu. Sebab, kondisinya sedang hujan deras, tapi ia tidak mengindahkan.

“Nggak apa-apa saya sakit (kehujanan). Saya ikhlas demi NU,” kata Nurul, menirukan ucapan Wawan saat dicegah oleh temannya. (ari/ahay).