Daerah

Angkat Potensi Lokal, PHE WMO Terbitkan Buku Batik Tanjoengboemi

Jum'at, 12 Juni 2015 18:13 wib

...
Salah seorang pedagang sedang memasarkan Batik Tanjung Bumi (santrinews.com/dok)

Bangkalan – Pertamina Hulum Energi West Madura Offshore (PHE WMO) akan menerbitkan buku tentang batik Tanjung Bumi. Sejauh ini belum ada buku terbitan dalam dalam negeri yang mengulas tentang Batik Tanjung Bumi. Padahal, sudah terkenal di Eropa dan Amerika sejak awal tahun 1990-an.

“Di berbagai buku batik terbitan luar negeri, batik Madura utamanya Batik Tanjungbumi menjadi perhatian khusus,” kata East Area HR Ops & Comdev Team Leader PT PHE WMO, Ulika Triyoga, saat menjadi dosen tamu pada Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Kamis, 11 Juni 2015.

Ulika menegaskan, buku berjudul “Batik Tanjoeng Boemi” The Art of Madura Batik, ini diharapkan bisa diterbitkan pada tahun 2015. Penerbitan buku ini sebagai wujud komitmen PHE WMO dalam menerapkan program Corporate Social Responsibity (CSR) yang berorientasi pada pengembangan masyarakat khususnya pelestarian kearifan lokal berkelanjutan.

“Selama ini salah satu program CSR, PHE WMO telah mendukung pengembangan Batik Gentongan, sebagai batik heritage Bangkalan. Untuk pengembangnya potensi budaya lokal itu kami membuat buku yang cakupannya lebih luas, yakni Batik Tanjungbumi,” jelas Ulika.

Dihadapan sekitar 100 mahasiswa jurusan Agribisnis itu, Ulika menjelaskan bahwa berdasarkan studi pustaka yang dilakukan tim penyusun buku Batik Tanjoengbumi diketahui, Batit Tanjungbumi bahkan pernah diangkat dalam sebuah artikel yang diterbitkan sebuah harian di Amerika Serikat pada tahun 1900-an.

“Jadi Batik Madura yang paling melegenda adalah Batik Tanjungbumi. Karena itulah kami ingin mengangkatnya menjadi sebuah buku yang layak dikoleksi pencinta batik, termasuk para wisatawan mancanegara,” katanya. (mam/ahay)