Daerah

Makam Sunan Bonang Tuban Dipadati Peziarah

Sabtu, 22 Juni 2013 14:47 wib

Tuban – Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban, dipadati peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri dengan jumlah mencapai 6.000 peziarah/hari yang biasanya hanya sekitar 3.000 peziarah sejak awal Juni.

“Meningkatnya jumlah peziarah disebabkan menjelang Puasa Ramadhan 1434 H. Tapi biasanya peziarah akan menurun drastis lima atau tujuh hari sebelum puasa,” kata Wakil Koordinator Keamanan dan Ketertiban Makam Sunan Bonang Tuban Ikhwan Hadi, seperti dilansir laman Antara, Sabtu, 22 Juni 2013.

Bahkan, katanya, pada waktu puasa di makam setempat sama sekali tidak ada peziarah, sehingga para pedagang di sekitar kompleks Makam Sunang Bonang juga ikut tutup.

“Selama puasa kalau ada pengunjung hanya satu dua orang dari warga lokal disini. Peziarah dari luar daerah kembali ada biasanya sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Sesuai data di buku tamu, katanya, peziarah yang datang tidak hanya dari lokal daerah di Jatim, akan tetapi juga dari berbagai daerah seperti, Banten, Jakarta, juga luar Jawa.

“Peziarah dari luar negeri ada dari Singapura, Malaysia dan Brunai. Peziarah yang datang tidak hanya pagi atau siang hari juga malam hari sampai dini hari,” paparnya.

Ditanya besarnya pendapatan dari peziarah, Ikhwan enggan menyebutkan, namun pihaknya tidak pernah memasang target besarnya infak dari peziarah.

“Kita tidak pernah menentukan besarnya infak yang harus diberikan peziarah. Semuanya kami serahkan peziarah,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihak Yayasan Mubarrot Sunang Bonang yang mengelola Makam Sunan Bonang terus berusaha meningkatkan fasilitas Makam Sunan Bonang sebagai usaha memberikan pelayanan yang baik kepada peziarah.

Ia menyebutkan di lokasi cungkup Makam Sunan Bonang dibangun atap dengan dana sekitar Rp1,5 miliar yang berasal dari dana peziarah dan donatur dengan ukuran 30×30 meter.

Fungsi bangunan atap itu, katanya, untuk melindungi peziarah dari terik matahari, hujan, sekaligus mengamankan cungkup Makam Sunan Bonang yang asli.

“Fasilitas toilet juga lokasi istirahat peziarah baru dibangun tahun ini dengan dana sekitar Rp550 juta dari APBD 2013,” jelasnya. (ahay/saif).