Daerah

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Terbagi 3 Cabang

Sabtu, 15 Agustus 2015 23:54 wib

Jombang – Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat, 14 Agustus 2015.

“Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang,” kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia “hanya” mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. “Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak,” kenangnya.

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. “Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi,” kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. “Kalau gak geger, bukan Jombang namanya,” seloroh Bu Mundjidah.

Namun “aneh“nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. “Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU,” kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. “Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri,” bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. “Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan,” ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (saif/ahay)