Daerah

Gubernur Jatim Larang Ormas Islam Lakukan Sweeping

Jum'at, 05 Juli 2013 01:44 wib

Surabaya – Gubernur Jawa Timur H Soekarwo meminta seluruh Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Jawa Timur untuk tidak melakukan sweeping selama bulan suci Ramadhan. Sebab, masalah penertiban sudah menjadi tanggung jawab para penegak hukum.

Terkait masalah pelarangan tempat hiburan malam untuk tidak membuka usahanya saat Ramadhan, Soekarwo juga menegaskan bahwa setiap kabupaten dan kota, memiliki kebijakan masing-masing, asal tidak melanggar Surat Edaran Gubernur.

“Dan sudah sepantasnya bagi pengelola tepat hiburan malam, untuk menghormati datangnya bulan Ramadhan,” kata Soekarwo usai melaunching even Suroboyo Sarungan di Gedung Astranawa, Surabaya, Kamis, 4 Juli 2013.

Orang nomor satu di Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo ini juga melarang ormas-ormas Islam menggelar sweeping terhadap tempat hiburan malam yang nakal.

“Jangan melakukan sweeping. Itu tidak boleh, kan sudah ada petugasnya. Soal penertiban kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum, kan sudah ada polisi dan juga Satpol PP,” terang Pakde Karwo.

Namun, jika masih ada tempat hiburan malam yang nekad beroprasi selama Ramadan, Pakde Karwo meminta kepada masyarakat untuk melaporkannya ke kepolisian.

“Polisi harus bisa menegakkan hukum atau perda dengan baik, jangan pilah-pilah,” ujarnya.

Soekarwo melanjutkan, dalam waktu dekat ini, sebelum Ramadhan, pemprov dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, akan melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas Islam di Jawa Timur untuk membahas momentum mendekati Ramadan tersebut.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada pemilik restaurant atau tempat makan lain, ikut menghormati bulan puasa dengan tidak membuka usahanya pada siang hari.

“Kita berharap masyarakat lebih mengedepankan toleransi dalam menyelesaikan persoalan. Tolong dijaga toleransi umat beragama dengan baik selama Ramadan ini. Misalnya, jika warung tidak ditutup harus diberi kerudung. Begitu juga dengan warga non-muslim, harus ikut menjaga toleransi,” ujarnya. (ahay/saif).