Daerah

Ansor Pamekasan Tekankan Pemanfaatan Dana Desa

Sabtu, 26 Desember 2015 11:57 wib

Pamekasan – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, Madura mendorong miliaran anggaran desa dimanfaatkan buat program padat karya.

Hal tersebut selaras dengan penegasan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Johozua M Yoltuwu saat berkunjung ke Pamekasan pada Ahad, 20 Desember 2015, pekan lalu.

Saat turba ke para pemuda dan masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan, Sabtu, 26 Desember 2015, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathorrahman menegaskan, dana desa (DD) merupakan anggaran yang hanya bisa digunakan untuk peningkatan daerah pedesaan, baik infrastruktur jalan, maupun pembangunan yang bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Menurutnya, pembangunan balai desa maupun tempat ibadah, dapat dibangun menggunakan anggaran tersendiri. Sebab, pembangunan fasilitas desa itu, sudah teranggarkan dengan sumber anggaran yang berbeda. Sumber anggaran untuk pembangunan fasilitas seperti balai desa, masjid maupun musalla, teranggarkan melalui peran Dirjen Bina Pemerintahan Desa. 

Dengan demikian, tekan Fathorrahman, alangkah baiknya anggaran DD digunakan untuk pembangunan pedesaan dalam bentuk padat karya atau pembangunan sumber daya manusia (SDM) di level pedesaan. Pihaknya mewanti-wanti agar setiap kepala desa (kades) tidak sembarangan menggunakan anggaran yang masuk ke rekening desa.

“Kita minta supaya jangan dipakai untuk membangun kantor desa atau juga untuk bangun rumah ibadah. Karena biayanya tersendiri melalui peran dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa pada Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.

Dia menekankan, penggunaan DD harus tepat sasaran. Yakni, sebagai pemberdayaan masyarakat. Bahkan bila perlu, sebagai dana untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk padat karya.

Menurut dosen Universitas Madura ini, dalam alokasi kegiatan untuk peningkatan SDM di level desa, bisa terealisasi dengan menggelar program pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan. (anam/onk)