Daerah

Sejumlah Praktisi Dibekali Ruqyah Aswaja

Kamis, 05 April 2018 15:08 wib

...

Surabaya – Pelatihan Praktisi Ruqyah Aswaja digelar untuk yang ketiga kalinya berlangsung di Kantor PCNU Kota Surabaya, Rabu 4 April 2018. 

Menurut Ketua Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Surabaya Mufrohul Walidein, kegiatan ini di luar target JRA. Peserta begitu membludak sehingga Aula Kantor PCNU Surabaya penuh.

Baca: Perkuat Dakwah Islam Aswaja, NU Kota Pasuruan Gelar Pelatihan Kader Santri Digital

“Sebanyak 130 orang mereka berasal dari berbagai daerah tidak hanya di Surabaya saja, tetapi ada yang dari Situbondo, Sampang, Pamekasan, Gresik, dan Lumajang, bertujuan untuk menciptakan para praktisi ruqyah di lingkungan Surabaya dan sekitarnya,” ujar Mufrohul. 

Kegiatan yang berlangsung dimulai pukul tujuh hingga tengah malam yaitu pukul 12 malam. Materi yang diberikan terbagi dua, ada teori dan praktek.

Baca juga: Problema Medis dan Solusi Syari

Di antara materinya adalah sejarah dan hukum ruqyah, kaidah pengobatan dalam Islam, cara meruqyah penyakit medis dan non medis, tanda-tanda manusia diganggu bangsa jin serta tahapan berinteraksi dengan bangsa jin.

“Setelah mereka diberi pengetahuan dan teori peserta langsung mempraktekkan dengan ruqyah mandiri,” lanjut Gus Ong panggilan akrabnya.

Pendiri dan Pembina Ruqyah Aswaja Gus Allama A’lauddin Shiddiqy atau yang akrab disapa Gus Amak sebagai fasilitator tunggal. Gus Amak sebelum memulai praktek ruqyah berpesan, Ruqyah ini harus diniatkan dakwah dengan Al-Quran, sebab Al Quran adalah obat yang pertama dan utama bagi semua makhluk.

“Makhluk ini masih umum, jadi Al Quran tidak hanya mengobati manusia saja, melainkan bisa mengobati bangsa jin, hewan dan semua makhluk ciptaan Allah SWT,” kata Gus Amak.

Menurut Magister Pendidikan Islam berdakwah itu hukumnya wajib, dan saling tolong menolong antar sesama adalah sebuah keharusan sebagaimana yang kita yakini selama ini.

“Ketika ada orang sakit di sekitar kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu, ketika dia sembuh maka kita dapat dua pahala, bahkan ketika dia mati kita juga dapat pahala, karena kita dalam ruqyah membaca ayat-ayat Al-Quran,” kata Gus Amak. (rofii/onk)