Daerah

Rangkaian Kegiatan Sambut Harlah Ke-93 MA NU TBS Kudus

Rabu, 06 Februari 2019 08:30 wib

...
Rapat Panitia Harlah MA NU TBS Kudus (santrinews.com/nuo)

Kudus – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (MA NU TBS) Kudus genap berusia 93 tahun pada 16 Februari 2019 mendatang. Ribuan alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri Abiturien (Iksab) telah menyiapkan beragam agenda untuk menyemarakkan peringatan hari lahir MA NU TBS.

Ketua Panitia Harlah Moh Saiqul Karim mengatakan sebulan menjelang acara puncak diawali dengan aneka macam perlombaan. Lomba di antaranya pembuatan logo Harlah madrasah yang ke-93 tahun dengan peserta seluruh Indonesia, dan resensi buku Dalil Sejarah TBS.

“Sayembara desain logo sudah ditutup 25 Januari lalu. Adapun lomba resensi buku baru akan kami umumkan pemenang pada 14 Februari nanti dengan hadiah jutaan rupiah,” kata Saiqul Karim, Selasa, 4 Februari 2019.

Menurut dia, acara bertema keagamaan dalam rangkaian harlah juga dikonsep serba 93 tahun seperti khataman Al-Qur’an dengan melibatkan sebanyak 93 orang penghafal Al-Qur’an (hafidz). Kemudian pada acara puncak 16 dan 17 Februari mendatang tersaji nasi tumpeng sejumlah 93 buah.

Sesuai tradisi Nadhliyin, sebelum sajian nasi tumpeng disantap bersama dibacakan pula manakib dan 93 kali hizib autad yang diberi tema besar ‘Tumpeng Warisan Wali untuk Dunia Harmoni’. Tema itu kata Karim, sengaja diusung mengingat banyak tragedi dan bencana yang belakangan terjadi di Indonesia terlebih menjelang Pileg dan Pilpres 2019 agar berlangsung damai, aman, serta kondusif.

“Siangnya pada 16 Februari bertempat di areal parkir gedung MA NU TBS digelar pula temu kolektor sekaligus pameran berisi dokumen bukti sejarah madrasah. Rencana sebanyak 5000 manuskrip dipertontonkan kepada pengunjung,” ujarnya.

Saiqul Karim menambahkan, selain acara sifatnya internal alumni kegiatan untuk masyarakat luas juga telah disiapkan panitia melalui pengajian umum sekaligus ajang bagi para alumni yang tinggal di luar Kota Kudus maupun telah berkarir di luar negeri agar dapat mengikuti peringatan harlah.

Saiqul Karim menyebutkan sebagai penghargaan kepada Sunan Kudus yang selama ini dikenal dengan mengkampanyekan konsep Gusjigang atau kepanjangan dari bagus, pintar mengaji dan berdagang panitia juga telah menyiapkan sesi khusus mengkaji hal itu dengan melibatkan ratusan pebisnis start up digital dari Kudus juga daerah sekitar.

“Santri Kudus atau ilmuwan maupun akademisi yang pernah meneliti Sunan Kudus pasti tidak asing dengan konsep Gusjigang. Nah, bertepatan Harlah ke-93 tahun MA NU TBS kami juga telah mengagendakan semacam seminar soal itu terutama konteks kekinian di zaman digital,” jelasnya. (shir/nuo)