Daerah

Didukung 28 PC dan 201 PAC, Gus Abid Resmi Daftar Calon Ketua Ansor Jatim

Rabu, 24 Juli 2019 22:00 wib

...

Surabaya – Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur periode 2019-2023. Ia didaftarkan oleh 28 Pimpinan Cabang (PC) dan 201 Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Yang mendaftar baru dua orang yakni Ahmad Ghufron Siroj pada Senin (22/7), dan Mohammaf Abid Umar sore ini,” kata panitia pendaftaran calon, Abdul Kharis saat ditemui di Kantor PW GP Ansor Jatim, Rabu, 24 Juli 2019, petang.

Kharis menjelaskan, Ghufron Siroj saat mendaftar didukung sebanyak 7 PC dan 36 PAC. Sedangkan Gus Abid didukung 28 PC dan 201 PAC.

Proses pendaftaran calon ketua PW GP Ansor mulai dibuka sejak 22 hingga 24 Juli 2019. “Pendaftaran calon ketua akan ditutup pada Rabu (24/7) hingga pukul 00.00 WIB,” ujarnya.

Kharis menjelaskan, total peserta yang berhak memberikan dukungan dan suara dalam pencalonan dan pemilihan ketua PW GP Ansor Jatim hingga saat ini sebanyak 37 PC dan 444 PAC. Artinya, yang belum memberikan dukungan pencalonan tinggal 2 PC dan 207 PAC.

Ditanya apakah masih memungkinkan jumlah bakal calon ketua bertambah mengingat syarat pendaftaran bakal calon ketua adalah mendapat dukungan minimal 4 PC dan 20 PAC, dengan diplomatis Kharis menyatakan bahwa dukungan yang diberikan PC dan PAC kepada bakal calon akan diverifikasi oleh panitia.

“Kalau ada dukungan PC dan PAC yang ganda, maka dukungan tersebut akan digugurkan oleh panitia. Namun bakal calon tetap berhak maju asal sudah memenuhi syarat minimal dukungan,” kata Kharis.

Ia mengakui sejatinya yang sudah konfirmasi mau mendaftar hari ini adalah Syafiq Syauqi. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi lagi. ”Saya malah tidak tahu kalau hari ini Gus Abid justru yang mendaftar,” tandas Abdul Kharis didampingi Khorul Anam panitia pendaftaran lainnya.

Berdasarkan persyaratan pendaftaran yang diserahkan oleh beberapa ketua cabang, lanjut Kharis pensyaratan pencalonan Gus Abid yang belum lengkap tinggal foto copy kepengurusan yang dilegalisir pengurus satu tingkat diatasnya (Pimpinan Pusat).

“Gus Abid mantan pengurus PW GP Ansor Jatim jadi legalisirnya harus dari PP GP Ansor, akan menyusul karena masih dalam proses,” ungkapnya.

Terpisah, Gus Abid mengucapkan terima kasih atas dukungan cabang-cabang dan PAC-PAC kepada dirinya. “Sebetulnya saya enggan ikut hadir dalam pendaftaran tapi sahabat-sahabat PC dan PAC tapi karena masih membutuhkan tanda tangan saya baik untuk pendaftaran maupun kepesertaan sehingga saya harus hadir,” katanya.

Sejumlah ketua PC GP Ansor yang ikut hadir dalam proses pendaftaran, kata Gus Abid cukup banyak. Diantaranya PC Kota Surabaya, Gresik, Magetan, Banyuwangi, Kab/Kota Pasuruan, Probolinggo, Kraksaan, Jombang, Trenggalek dan Madiun. ”Yang lain akan menyusul karena masih dalam perjalanan,” jelas mantan Kasat Korwil Banser Jatim tersebut.

Ia berharap pelaksanaan Konferwil GP Ansor Jatim yang akan berlangsung, di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, pada Ahad, 28 Juli 2019, berjalan dengan lancar dengan semangat musyawarah mufakat atau tidak ada voting.

“Kami akan upayakan musyawarah mufakat. Sebab konferwil nanti itu bukan kompetisi tapi komposisi,” kata Gus Abir seraya berkelakar.

Gus Abid mengungkapkan, fokus PW GP Ansor Jatim kedepan, jika ia dipercaya dan mendapatkan amanah memimpin GP Ansor Jatim untuk 4 tahun kedepan adalah menjadikan Ansor Jatim Barometer Ansor Indonesia dan Dunia.

Karena itu langkah yang akan dilakukan adalah melakukan percepatan Administrasi, Aktifasi SIGAP (Sistem Informasi Gerakan Pemuda Ansor), Pengajuan SK PAC secara Online, Pelatihan Administrasi dan Arsip untuk seluruh PC dan PAC.

Kemudian melakukan pengembangan Ekonomi berupa pengembangan Minimarket di Setiap PC, pengembangan Jaringan Travel Umroh dan Haji, membukakan akses ke Pemprov ataupun Pemkab/Pemkot untuk percepatan ekonomi. Penataan Kaderisasi dan Supporting Instruktur Pelatihan Kader Setiap Jenjang.

Khusus untuk Banser akan ada unit khusus pelatihan Sosial Media, lalu Clusterisasi PC dan PAC.

“Kondisi masing-masing PC dan PAC yang tidak sama perlu adanya clusterisasi wilayah dan pemberian reward terhadap PC dan PAC berprestasi dalam hal akreditasi melalui Ansor AWARD tiap tahun,” beber Gus Abid. (rus/onk)