Daerah

Kenang Kiai Fuad Amin, Ketua NU Jatim: Syaikhona Kholil Tak Rela Cucunya Disiksa Allah

Rabu, 18 September 2019 09:30 wib

...
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar memimpin shalat jenazah almarhum KHR Fuad Amin Imron (santrinews.com/nuonline)

Bangkalan – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Bupati Bangkalan 2003-2012, KHR Fuad Amin Imron.

“Kaum Muslimin, warga NU Jawa Timur rahimakumullah. Kami Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur benar-benar merasakan duka yang sangat mendalam atas wafatnya cucu (cicit, red) Syaikhona Kholil Bangkalan yaitu Ra Fuad Amin,” kata Kiai Marzuki.

Kiai Marzuki menyampaikan itu sebelum memimpin shalat jenazah untuk almarhum Ra Fuad di Masjid Agung Bangkalan, Selasa 17 September 2019.

Menurut Kiai Marzuki, Ra Fuad — sapaan RKH Fuad Amin Imron, adalah orang baik dengan sejumlah jasa yang telah diperbuat untuk umat, khususnya warga Bangkalan.

“Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron ini orang yang baik. Beliau orang baik. Saya bersaksi, beliau ini orang yang baik,” ucapnya dengan suara lantang diiringi isak tangis warga.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang tersebut, bahwa sosok Ra Fuad merupakan salah satu tokoh sentral baik untuk masyarakat Madura, bahkan di Jawa Timur.

“Banyak kebijakan NU maupun pemerintah yang alhamdulillah dengan tangan dingin beliau bisa benar-benar menguntungkan masyarakat, menguntungkan umat. Sekalipun mungkin orang lain menganggapnya kontroversial,” katanya.

Secara khusus, dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini menyebutkan beberapa langkah nyata yang telah dilakukan almarhum. Termasuk jalan kembar akses dari dan menuju Suramadu, masjid makbarah Syaikhona Kholil dan lain sebagainya.

“Itu untuk umat, ini jasa beliau,” ungkapnya. “Termasuk adanya kampung yang dibendung supaya air asin dari laut tidak masuk,” lanjutnya.

Kiai Marzuki tidak menampik pandangan sebagian kalangan bahwa Ra Fuad sebagai sosok kontroversial. Dan hal tersebut sebagai sebuah hal yang biasa dari setiap orang.

“Perkara orang menganggap kontroversial, biasa lah. Tidak semua orang mesti senang, tidak semua orang mesti setuju,” tegasnya.

Kiai Marzuki berkeyakinan, Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai buyutnya, tidak tinggal diam. Justru akan memberikan yang terbaik untuk seluruh anak cucu, santri, maupun murid-muridnya.

“Rasulullah SAW terhadap keluarganya, sanak familinya yang mungkin tidak semuanya Muslim, semua akan dibasahi dengan percikan syafaat,” urainya. “Sosok seperti Abu Thalib, Abi Lahab akan memperoleh keringanan siksa,” lanjutnya.

“Tentu Syaikhona yang juga meniru Rasulullah SAW kepada anak cucunya, murid-muridnya, santrinya, warga NU, saya yakin akan berbuat yang sama. Tidak rela kalau muridnya, santrinya, anak cucunya disiksa Allah SWT,” terangnya.

Di ujung sambutan, Kiai Marzuki mendoakan semoga amal kebaikan Ra Fuad diterima Allah dan dosanya diampuni. Serta yang terpenting mendapat syafaat dari buyutnya yakni Syaikhona Kholil Bangkalan. Termasuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan.

“Kepada anak cucu, keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah menjaga iman mereka,” pungkasnya. (shir/onk)