Daerah

Pimpin Upacara, PCNU: Dari Kota Surabaya Santri Gerakkan Perlawanan

Selasa, 22 Oktober 2019 10:30 wib

...
Para santri mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lapangan Tugu Pahlawan, Selasa 22 Oktober 2019 (santrinews.com/detik)

Surabaya – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Dr H Muhibbin Zuhri mengingatkan peran dan kontribusi besar kaum santri bagi Indonesia.

“Negeri ini adalah milik kita,” kata Muhibbin saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lapangan Tugu Pahlawan, Selasa 22 Oktober 2019.

Upacara HSN 2019 diikuti ratusan santri, Forkopimda Kota Surabaya, Ansor, dan Banser.

“Santri harus berpendidikan pintar, kuat, adil dan memiliki soft skill untuk bisa eksis dalam sosial budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan soal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Di kota Surabaya ini NU berdiri pada 1926.

“Di kota ini pula NU sebagai organisasi kebangkitan kaum santri yang dipimpin ulama mengeluarkan fatwa dan resolusi jihad,” ujarnya.

BACA pula: Dalami Sejarah, Sekjen PBNU Kunjungi Kantor PCNU Surabaya

“Fatwa itulah yang menggerakkan perlawanan rakyat yang hendak merebut kemerdekaan Republik Indonesia,” sambungnya.

Menurut dia, tanpa fatwa atau resolusi jihad, belum tentu ada pertempuran 10 November 1945 yang menghebohkan dunia.

“Peristiwa itulah yang menjadi penanda identitas kota kita sebagai Kota Pahlawan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Surabaya menjadi kota yang berkembangan dan maju di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini, serta mendapatkan pengakuan nasional dan internasional atas seabrek penghargaan yang diraih.

Kota Surabaya, kata dia, berhasil menjadi rujukan dan inspirasi kemajuan kota lain, tak hanya di Indonesia, melainkan kota di luar negeri.

Baca juga: NU Surabaya: Toleransi Bukan Mengabaikan Akidah

“Santri jangan hanya melongo melihat kemajuan ini. Bisa berkolaborasi dengan komponen masyarakat, komitmen untuk kemajuan kota yang kita cintai,” pesannya.

“Saya yakin jika santri memegang peran strategis dalam kemajuan kota, maka kemajuan yang dicapai akan semakin bermakna.” (shir/dtk)