Dirosah

Tegakkan Keadilan, NKRI Harga Mati

Selasa, 08 November 2016 09:34 wib

...

Semoga Allah SWT menjadikan kita golongan orang-orang yang menegakkan keadilan dan memerintahkan tehadap kebaikan juga mencegah terhadap kemungkaran.

Amar ma’ruf nahi mungkar itu adalah termasuk dari pada syi’ar-syi’ar agama dan perkara yang sangat penting bagi orang-orang yang beriman. Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an melewati Nabi-Nya Rasul SAW yang menerangkan tentang anjuran untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar didalam firman-Nya; 

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ اليَ الْخَيْرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأوْلئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
 
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang meeyru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mukar. Merekalah orang-orang yang beruntung”

Berkata Allah SWT di dalam firman-Nya yang lain;

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Qs.3:110.

Kemudian firman yang lain;

 وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚأُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Didalam ayat yang lain;

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

 لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ 

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Rasul SAW sendiri menyabdakan; من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان

“Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.“ 

As-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy menyarahi Hadits ini, biyadih itu oleh pihak yang berwajib/orang yang berkuasa, bilisanih itu adalah para Ulama dan juga orang awam, biqolbih itu adalah orang yang imannya lemah (orang yang tidak kuasa untuk melakukan apa-apa) tapi ini masih baik dan dia masih mempunyai iman.
 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ, مُرُوا بِالْمَعْرُوْفِ وَ انْهُوْا عَنِ الْمُنْكَرِ قَبْلَ أَنْ تَدْعُوا اللهَ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ وَ قَبْلَ أَنْ تَسْتَغْفِرُوْهُ فَلَا يَغْفِرُ لَكُمْ, إِنَّ الْاَمْرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ لَا تَدْفَعُ رِزْقًا وَ لَا يُقْرِبُ أَجَلًا, وَ إِنَّ لْأَحْبَارَ مِنَ الْيَهُوْدِ وَ الرُّهْبَانِ مِنَ النَّصَارَى لَمَّ تَرَكُوا الْأَمْرَ بِالْمَعْرُفِ وَ النَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ لَعَنَهُمُ اللهُ عَلَى لِسَانِ أَنْبِيَائِهِمْ ثُمَّ عَمُّوا بِالْبَلاَءِ.

Artinya, “Wahai semua manusia, anjurkanlah kebaikan dan cegahlah semua yang munkar sebelum kamu minta ampun dan tidak diampuni. Sesungguhnya amar ma’ruf dan nahi munkar itu tidak akan menolak rezeki dan tidak akan mendekati ajal. Sedangkan pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani dahulu ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar, dilaknat oleh Allah lewat lisan para Nabinya, kemudian diratakan bala’ atas mereka semua.“ (Targhib wa at-Tarhib, 3/162, no. 3497 dan Mazma’ az-Zawaaid, 7/266).

Didalam sabda yang lain Rasul SAW;

أفضل الجهاد كلمة حق عند السلطان جائر

“Sebaik-baik jihad adalah menegakkan kalimat haq dihadapan penguasa yang menyeleweng”.

Rasul SAW pernah ditanya tentang manusia yang paling baik. Siapakah manusia yang paling baik? Kemudian Rasul bersabda;

“أتقاهم للرب orang yang paling bertaqwa kepada Tuhan

وأوصلهم للرحم dan orang yang paling menjalin tali silaturrahmi

وآمرهم بالمعروف dan orang-orang yang senantiasa mengajarkan kebaikan

وانهاهم عن المنكر dan orang-orang yang mencegah terhadap kemungkaran”.

Telah datang suatu kabar bahwa sesungguhnya Allah SWT mengadzab satu kota, mengadzab satu negara yang mana disana ada 80.000 orang-orang sholeh yang amalnya itu seperti amalan anbiya’, yang amalnya sulit ditiru oleh manusia biasa, mereka amalannya seperti amalannya para Nabi 

غير أنهم كانوا لايغضبون لله
akan tetapi mereka tidak marah karena Allah, membiarkan kemungkaran terjadi begitu saja. Oleh karenanya negara tersebut dihancurkan, dan diadzab oleh Allah SWT.

Amar ma’ruf dan nahi mungkar tidak ada rukhshoh sama sekali jika orang tersebut masih kuat untuk menjalankannya. Dan barang siapa yang meremehkan amar ma’ruf nahi mungkar, maka orang tersebut adalah orang-orang yang meremehkan haknya Allah SWT, orang yang tidak memuliakan haknya Allah SWT. Biasanya hal seperti ini karena lebih suka terhadap dunia dan kenikmatannya, lebih suka terhadap pangkat dan hartanya. Takut pangkatnya jatuh, takut hartanya hilang dsb. 

Dan barang siapa yang diam terhadap amar ma’ruf nahi mungkar, sedangkan dia tau kalau melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar itu akan menimpa dirinya dan juga hartanya, maka dia diperbolehkan untuk diam akan tetapi hatinya harus tetap ingin merubah, mempunyai keinginan untuk merubah. Tapi jika dia mau berkorban, maka pahalanya sangat besar sekali, sangat agung sekali karena hal itu adalah termasuk tanda , bahwa orang itu mencintai Allah SWT.

Seperti ceritanya para Sahabat yang disiksa karena dia berpegang teguh dalam keimanannya, sehingga penyiksaan t dengan sangat keji akhirnya dia meninggal dunia dan dikabarkan oleh Nabi bahwa dia min ahlil jannah.

Maka alangkah indahnya seorang hamba jika dia dipukul, dipenjara, diasingkan sebab ia menegakkan keadilan, sebab ia menegakkan hak-haknya Allah SWT, sebab ia memerintahkan terhadap taat dan mencegah kemaksiatan. Itulah adat-adat yang dilakukan oleh para Nabi, Auliyai was Sholihin wal ‘Ulamail ‘Amilin, seperti halnya cerita-cerita yang telah kita ketahui bersama bahwa dari mereka para Nabi ada yang sampai dipenggal kepalanya seperti Nabi Zakariyya, ada juga yang diasingkan, ada juga yang dianggap tukang sihir, juga ulama-ulama kita seperti Imam Ahmad bin Hanbal beliau dicambuki, dimasukkan penjara dan juga masih banyak imam-imam yang lain dan juga roisul akbar KH Hasyim Asy’ari pernah juga dipenjara, dikucilkan dan juga Habib Husein bin Abu Bakar Al-‘Aydrus (Keramat Luar Batang) dsb dari para Ulama kita, ulama-ulama tanah jawa.

Sayyidina Umar bin Khottob, orangnya sangat tegas sekali. Ketika perkara benar harus ditegakkan, maka tidak ada satu pun manusia yang menjadi temannya. Artinya siapa yang menghalangi kebenaran, menghalangi perkara baik dan melakukan kemungkaran, jangan harap bisa bernafas lega. Hehe.

Untuk Sayyidina ‘Umar bin Khottob Rodliyallohu anhu wa Ardhohu. Alfatihah.

Semoga kita dijadikan oleh Allah SWT menjadi orang-orang yang beriman, beramar ma’ruf nahi mungkar dan jangan sampai kita keluar dari iman tersebut. Paling lemahnya adalah merubah dengan hati. Bagaimana merubah dengan hati? dengan sujud, dengan doa di malam hari untuk kebaikan bangsa ini. Semoga hidup kita yang cuma sebentar ini tidaklah sia sia. Amin Allahumma Amin. (*)

Salam Takdzim
Ahmad Zain Bad
An Nur 2 Bululawang Malang.