Dunia

Hassan Rohani, Kandidat Moderat Unggul

Sabtu, 15 Juni 2013 15:33 wib

...
Hassan Rohani (PressTV/Santrinews.com)

Teheran – Usai sudah pemilihan umum Presiden Iran, Jumat kemarin, 14 Juni 2013. Ada enam kandidat yang bertarung. Mereka adalah Ali Akbar Velayati, Hassan Rohani, Mohsen Rezaeii, Mohammad Baqer Qalibaf, Saeed Jalili dan Mohammad Gharazi.

Hasil penghitungan sementara, Kandidat reformis-moderat, Hassan Rohani mengunguli kelima kandidat lainnya.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Iran mengumumkan, baru total 3.024.434 surat suara yang dihitung dari 5.876 tempat pemungutan suara. Namun sayangnya, hanya sebanyak 2.927.547 surat suara yang dinyatakan sah.

Seperti dilansir PressTV, Sabtu, 15 Juni 2013, Hassan Rohani memimpin perolehan suara dengan meraih 1.459.998 suara atau sekitar 49,87 persen dari suara yang sudah dihitung. Rohani merupakan satu-satunya kandidat non-konservatif yang memang mencuat dalam sejumlah jajak pendapat di Iran sebelum pemilu digelar.

Di bawah Rohani atau menduduki posisi kedua ialah kandiat konservatif Mohammad Baqer Qalibaf. Kandidat berusia 51 tahun meraih 487.549 suara atau sekitar 16 persen dari suara yang sudah dihitung.
Posisi ketiga untuk sementara diduduki kandidat konservatif lainnya, Saeed Jalili. Kandidat paling muda yang berusia 47 tahun ini mampu meraih 383.820 suara atau sekitar 13 persen suara.

Berturut-turut menduduki posisi empat, lima, dan enam ialah kandidat-kandidat konservatif lainnya Mohsen Rezaei, Ali Akbar Velayati, dan Mohammad Gharazi. Rezaei yang merupakan mantan Komandan Garda Revolusioner Iran meraih 383.489 suara atau sekitar 13 persen suara. Sedangkan Velayati meraih 174,494 suara dan Gharazi meraih 38,197 suara.

Kementerian Luar Negeri Iran, dalam siaran persnya menyatakan, Pilres Iran yang berlansung lancar dan aman dengan jumlah pemilih atau partisipasi rakyat yang tinggi. Hal itu menjadi bukti Iran telah mampu menjalankan sistem demokrasi religious. Iran berniat mengembangkan kerjasama dan dialog dengan negara lain di dunia.

Sebelum menggunakan hak pilihnya, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan rakyat menggunakan hak suaranya.

“Insya Allah, rakyat Iran akan menciptakan babak politik baru. Saya menyarankan semua orang untuk memilih dan menggunakan hak pilihnya pada jam-jam awal di pagi hari,” tegasnya.

Selain itu, Khamenei juga menepis kritikan yang dilontarkan pemerintah Amerika Serikat yang menyebut rakyat Iran hanya memiliki sedikit pilihan dalam menentukan presiden mereka yang baru. AS juga menuding pemilu Iran tidak bebas, adil atau transparan.

Khamenei menyatakan, Amerika Serikat memang tidak pernah mengakui pemilu yang digelar Iran. “Rakyat Iran akan melakukannya sesuai aspirasi mereka,” tandasnya. (ahay/saif).