Dunia

Ki Ageng Ganjur Promosikan Islam Nusantara di Eropa

Jum'at, 06 April 2018 21:05 wib

...

Den Haag – Kelompok musik akulturatif religius asal Yogyakarta, Ki Ageng Ganjur, punya cara tersendiri untuk mempromosikan Islam Nusantara di Eropa. Melalui musik, mereka memperkenalkannya.

Ki Ageng Ganjur melakukan rangkaian tur ‘Islam Nusantara Roadshow to Europe’ Selama sepuluh hari dengan menggelar konser di tiga tempat. Amsterdam, Den Haag, dan Hamburg. Pagelaran digelar pada 30 Maret-5 April 2018.

Sebelum pentas di KBRI Den Haag sebagai lokasi terakhir tur, kelompok ini telah sukses main di KBRI Brussels di Belgia, Universitas Amsterdam (UvA), Mesjid Al-Hikmah Den Haag dan Konsulat Jenderal RI di Hamburg, Jerman.

Tur Eropa Ki Ageng Ganjur terselenggara atas kerjasama antara Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Belanda, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, PPI Amsterdam, Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), Masjid Al-Hikmah PS Indonesia Den Haag, Komunitas pengajian Tombo Ati dan didukung oleh KBRI Den Haag.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merealisasikan Piagam Den Haag yang ditandatangani pada Maret 2017,” kata Rais Syuriah PCI NU Belanda Nur Hasyim Subadi, dalam keterangan pers KBRI Den Haag, Jumat 6 April 2018.

“Salah satu butir Piagam Den Haag adalah mempromosikan Islam Nusantara di Eropa. Dengan ini kami berharap bahwa Ki Ageng Ganjur akan mampu menunjukkan budaya Islam Indonesia, yang berbeda dengan budaya Islam yang dominan di media Eropa,” ia menambahkan.

Pergelaran di KBRI Den Haag, yang berlangsung pada pukul 18.00 hingga 22.00, dihadiri sekitar 200 orang. Mereka terdiri atas masyarakat umum Belanda, masyarakat Indonesia di Belanda, mitra kerja KBRI Den Haag, pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda, serta sejumlah mahasiswa Belanda yang punya ketertarikan terhadap Indonesia.

Pertunjukan musik Ki Ageng Ganjur dibuka secara resmi dengan sambutan Ketua PCNI NU Belanda, Ibnu Fikri, dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam sambutannya, Duta Besar Puja mengapresiasi kehadiran para pengunjung untuk menikmati musik Ki Ageng Ganjur. Selain itu, Duta Besar Puja juga memuji penampilan sukses Ki Ageng Ganjur sebelumnya.

“Pertunjukan malam ini merupakan pertunjukan yang langka, sebab musik yang ditampilkan oleh Ki Ageng Ganjur merupakan kolaborasi gamelan dengan alat musik modern. Luar biasa, seperti mengaduk minyak dengan air,” kata Duta Besar Puja.

“Inilah keberhasilan Ki Ageng Ganjur menciptakan paduan musik menjadi karya seni yang gemilang,” sambungnya.

Al-Zastrouw Ngatawi, pemimpin kelompok Ki Ageng Ganjur, mengatakan bahwa musik yang mereka ciptakan merupakan sarana dakwah Islam. “Selain itu, lewat musik, para musisi melakukan dialog lintas iman dan lintas agama guna merawat keberagaman, toleransi dan moderasi sebagai nilai-nilai Islam Nusantara. Kami mengeksplorasi berbagai genre musik dan ragam agama untuk diekspresikan lewat musik,” kata Zastrouw.

Ki Ageng Ganjur dibentuk oleh mantan Presiden Indonesia, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, pada 1996. Kelompok ini dibentuk dengan visi untuk mendorong kerukunan beragama dalam masyarakat dan menolak semua jenis radikalisme, simbolisme agama dan setiap kekerasan atas nama agama.

Tujuan dibentuknya kelompok musik ini adalah untuk menumbuhkan ekspresi keagamaan secara damai, melawan arus pemikiran sempit dan radikal, serta mengembangkan seni dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan agama.

Pada penampilannya di KBRI Den Haag, Ki Ageng Ganjur memainkan lebih dari 15 lagu, di antaranya Sholawat Nahdliyah, Tombo Ati, Ilir-ilir, Bianglala, Yaa Badrotin, Bento dan Imagine. Sebelum maupun sesudah tembang, Al-Zastrouw menafsirkan lagu-lagu yang dibawakan grup musiknya.

Duta Besar Puja turut memeriahkan acara dengan menyumbangkan dua lagu berjudul Ayat-ayat Cinta yang dipopulerkan oleh Rossa dan lagu dangdut Jatuh Bangun karya Meggy Z. (*)