Dunia

Arab Saudi Serang Yaman dan Suriah Pakai Uang Haji

Jum'at, 29 Juni 2018 22:52 wib

...

Tunisia – Persatuan Imam Tunisia meminta Imam Agung negara Afrika Utara itu untuk mencegah perjalanan ibadah haji tahun ini karena biaya haji yang mahal telah dipergunakan Arab Saudi untuk membiayai perang di negara-negara Muslim.

Media Turki melaporkan, Sekreteris Jenderal Persatuan Imam Tunisia, Fadhel Ashour mengatakan, lebih baik dana haji digunakan untuk meningkatkan kondisi kehidupan warga Tunisia.

“Arab Saudi menggunakan uang haji untuk melakukan agresi melawan negara-negara Islam seperti Suriah dan Yaman, yang justru bertentangan dengan syariah,” ujar Persatuan Imam Tunisia seperti dilaporkan Middle East Monitor, 22 Juni 2018.

Para ulama itu juga meminta Mufti Agung Tunisia Othman Battikh untuk mengeluarkan fatwa untuk membatalkan perjalanan warga negara itu ke Arab Saudi untuk Haji pada September 2018 ini.

Arab Saudi memimpin pasukan koalisi Arab untuk bertempur di Yaman melawan kelompok pemberontak Houthi. Di Suriah pasukan koalisi Arab Saudi membantu pasukan pemberontak menghadapi pasukan pemerintah Suriah, Bashar al-Assad yang didukung Rusia.

Menteri Urusan Agama Tunisia, Ahmed Adhoum sudah mengumumkan bahwa sudah 236 ribu orang mendaftar untuk mengikuti ibadah haji tahun ini. Jumlah warga Tunisia yang akan naik haji mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebanyak 10374 orang, tahun ini menjadi 10.892 orang.

Pada Jumat malam 27 April 2018, waktu setempat, Arab Suadi menggempur kembali ibu kota Yaman, Sanaa. Akibatnya, puluhan orang tewas dan luka-luka.

Menurut laporan televisi Arab Saudi, Al Ekhbariya, sebagaimana dikutip Al Jazeera, serangan udara itu menghajar gedung Kementerian Dalam Negeri Houthi menyebabkan lebih dari 50 pemberontak Houthi tewas, termasuk dua komandan pemberontak.

“Sebuah gedung yang berdekatan dengan kantor Kementerian Dalam Negeri Houthi dihantam bom udara juga,” tulis Al Jazeera, Sabtu, 28 April 2018.

Sementara itu, dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengatakan, pertahanan udara Arab Saudi mengaku berhasil mencegat empat rudal yang ditembakkan Houthi ke Provinsi Jazan, di sebelah selatan Arab Saudi dekat perbatan Yaman, Sabtu.

“Pemberontak Houthi menembakkan delapan rudal balistik ke arah Jazan dengan sasaran pusat perekonomian,” bunyi siaran kantor berita Saba.

Perang antara Houthi melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah memasuki tahun keempat. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda berakhir. (shir/net)