Dunia

Yenny Wahid Puji Komitmen Perdamaian Kesultanan Oman

Rabu, 04 Desember 2019 14:00 wib

...
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid saat menghadiri simposium Pengembangan Ilmu Fikih, di Muscat, ibu kota Oman (santrinews.com/istimewa)

Muscat – Direktur Wahid Foundation Zanuba Arifah Chafshoh Rahman alias Yenny Wahid memuji komitmen Pemerintahan Oman dalam mengedepankan perdamaian dan toleransi di negara kesultanan tersebut.

Komitmen itu akan menjadi sumbangsih besar bagi terciptanya perdamaian kawasan maupun dunia.

Secara khusus Yenny memuji upaya Kesultanan di bawah kepemimpinan Sultan Qaboos bin Said dalam mempromosikan perdamaian, hidup aman berdampingan secara damai di antara warga masyarakat yang beragam.

“Juga dalam menyebarkan budaya toleransi dan harmoni,” kata Yenny Wahid dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Desember 2019.

Di sela kunjungan ke Oman menghadiri simposium tentang Pengembangan Ilmu Fikih, Yenny Wahid mendapat kesempatan bertemu dan berdialog dengan sultan dan perwakilan pemuda di Muscat, ibu kota Oman, Senin, 2 Desember 2019.

”Hal lain yang patut dipuji adalah komitmen Oman terhadap pelestarian nilai-nilai dan adat istiadat masyarakat serta agama. Satu komitmen yang sangat dibutuhkan oleh dunia yang didasarkan pada penghargaan terhadap orang lain,” ujarnya.

Yenny menambahkan, banyak negara mengklaim telah merangkul nilai-nilai perdamaian dan toleransi. Namun, tidak lebih dari propaganda.

”Kasus di Oman sangat berbeda. Kesultanan benar-benar terlibat dalam mempromosikan perdamaian dan toleransi sebagai nilai yang berasal dari kepribadian unik masyarakatnya,” ujar putrid kedua Gus Dur tersebut.

Selama berada di Oman, Yenny berkesempatan mengunjungi beberapa tempat penting seperti Masjid Agung Sultan Qaboos, Gedung Opera Royal, dan sejumlah landmark terkenal Oman yang mencerminkan kedalaman budaya negeri di belahan tenggara Semenanjung Arab itu.

Sementara, saat bertemu kalangan pemuda, Yenny membawa pesan tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan, juga pentingnya dialog antarperadaban.

Ia mencontohkan Indonesia di mana toleransi juga dijaga dengan kuat oleh masyarakat.

”Kami di Indonesia berusaha hidup dalam toleransi dan harmoni satu sama lain. Kami memiliki lebih dari 300 bahasa dan dialek, tetapi rakyat dipersatukan oleh bahasa Indonesia dan hidup damai di bawah identitas keindonesiaan,” pungkasnya. (red/hay)