Fokus

Santri Berburu Barokah di Giant Surabaya

Jum'at, 27 Oktober 2017 03:39 wib

...
Suasana Pembukaan Bazar Hari Santri Nasional 2017 di Giant Maspion Square Surabaya, Rabu, 25 Oktiber 2017 (santrinews.com/jazuli)

Sebelas gadis dan tiga orang pemuda berbaris rapi di atas panggung. Di samping, seorang pria paruhbaya duduk sambil memainkan organ tunggal. Di depan panggung orang-orang beranjak dari duduknya, lalu berdiri.

Tatkala pemain organ tunggal itu menyentuhkan jarinya yang tak lentik ke barang memanjang di depannya, suara musik berhamburan, diikuti nyanyian bersama-sama oleh yang ada panggung dan di kursi-kursi.

Kun Fayakun. Maka bergemuruhlah ruangan itu oleh nyanyian Ya Lal Wathan. Tangan kanan bergerak maju-mundur seirama, mengikuti hentakan musik. Lampu kelap-kelip menyorot secara berkala.

Itu bukan acara dangdutan, meskipun nada-nadanya seperti musik disco. Melainkan pra acara yang disuguhkan panitia Hari Santri Nasional 2017 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Giant Square Surabaya, 25 Oktober 2017.

Selama lima hari, sejak 25 hingga 29 Oktober 2019, sebagai rangkain dari HSN 2017, Maspion Surabaya memberikan sebagian dirinya kepada PWNU untuk memamerkan produk Santri dan Nahdliyyin.

Katanya, Jargon Maspion “Cintailah Ploduk-ploduk dalam Negeri,” sangat serasi dengan NU yang begitu mencintai tanah air Indonesia tanpa syarat. Cinta suci. Katanya, tidak mungkin suatu kaum mencintai produk-produk dalam negeri, kalau kaum itu tidak mencintai negeri itu sendiri.

“NU sudah memberikan tempat untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Tidak mungkin mencintai produk-produk dalam negeri kalau tidak mencintai tanah air,” kata Ir. Muhammad Koderi, MT yang memberikan sambutan mewakili ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah sekaligus membuka acara.

Sebelumnya, ketua kegiatan, KH Reza Ahmad Zahid atau sapaan gaulnya, Gus Reza menyampaikan bahwa barang-barang yang dipamerkan semuanya produk santri di beberapa Pesantren dan Nahdliyyin. “Kalau sudah produk Nahdliyyin, dijamin halal dan barakah,” kata Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’hid al-Islamiyah (PW RMI) NU Jatim ini.

Produk-produk yang dipamerkan, banyak sekali macam dan jenisnya. Ada buku-buku yang ditelorkan Asbit (Asosiasi Penerbit Nahdlatul Ulama) dan juga lukisan-lukisan penuh makna karya budayawan-budayawan NU di Sarbumusi.

Mungkin perlu dicoba ke Giant Maspion Square Surabaya, sekedar melihat-lihat atau malah membeli produk-produk halal dan penuh barakah itu. (*)