Hikmah

Para Tokoh Besar Dilukai Orang-Orang Dungu

Selasa, 15 September 2020 03:30 wib

...
Gus Dur dan Munir

Dulu Gus Dur. Beliau dicaci-maki, dilukai, disingkirkan dan digulingkan tanpa pembuktian salah. Ada orang yang bahkan menghina tubuhnya yang adalah ciptaan Tuhan. “Gus Dur itu si buta. Dia buta mata dan buta hatinya.”

Gus Dur menanggung semuanya dengan diam. Dan Gus Dur tetap mulia dan terpuji. Sedang mereka yang melukai, terhina-dina, tak berharga dan menjadi gelandangan yang mengiba-iba.

Kita sudah membaca sejarah umat manusia dan sejarah orang-orang besar. Orang-orang besar selalu mengandung dualitas yang paradoks: dikagumi, dirindukan dan dicintai, dan dalam waktu yang sama dicemooh, dihina, dibenci dan disakiti.

Selain Gus Dur ada Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr. dan Nelson Mandela. Jauh berabad sebelum itu ada Husein Manshur al-Hallaj, ‘Ain al-Qudhah al-Hamadani, Ibn Rusyd dll. Ini hanya untuk menyebut beberapa saja dari sekian banyak tokoh besar dunia yang namanya dikenang abadi.

Ka’ab al-Ahbar, seorang ahli tafsir kitab suci Bible, bilang:

مَاكَانَ رَجُلٌ حَكِيْمٌ فِى قَوْمِهِ قَطُّ اِلَّا بَغَوْا عَلَيْهِ وَحَسَدُوهُ

“Tak ada tokoh bijak-bestari di sebuah komunitas kecuali selalu saja ada orang-orang atau kelompok yang mencaci-maki dan mendengki dia.”

Imam Jalaluddin al-Suyuthi, ulama besar, seorang ensiklopedis dengan ratusan karya tulisnya yang menjadi referensi umat Islam dunia sampai hari ini mengatakan hal yang sama, meski dengan redaksi bahasa yang sedikit berbeda:

مَاكَانَ كَبِيْرٌ فِى عَصْرٍ قَطُّ اِلَّا كَانَ لَهُ عَدُوٌّ مِنْ السَّفَلَةِ. إِذِ الْاَشْرَافُ لَمْ تَزَلْ تُبْتَلَى بِا لْاَطْرَافِ فَكَانَ لِآدَمَ إِبْلِيس , وَكَانَ لِنُوحٍ حَام وَغَيْرُه وَكَانَ لِدَاوُدَ جَالُوت وَاَضْرَابُه وَكَانَ لِسُلَيْمَان صَخَر وَكَانَ لِعِيْسَى بُخْتَنْصِر وَكَانَ لِاِبْرَاهِيم النَمْرُود وَكَانَ لِمُوسَى فِرْعَون وَهَكَذَا اِلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ لَهُ ابو جَهَل

“Tidak ada tokoh besar pada setiap zaman kecuali dicacimaki orang-orang bodoh/dungu. Orang-orang terhormat selalu diuji oleh orang-orang pinggiran. Dulu Nabi Adam dilawan Iblis, Nabi Nuh lawan Ham dan lainnya, Nabi Daud musuh Jalut dan pasukannya, Nabi Sulaiman lawan Sakhr, Nabi Isa lawan Bukhtanshir, Nabi Ibrahim lawan Namrud, Nabi Musa lawan Firaun, dan seterusnya sampai Nabi Muhammad saw. Beliau dilawan Abu Jahal.” (*)

14 September 2020

KH Husein Muhammad, Pengasuh Pesantren Arjawinangun Cirebon