Hikmah

Hikam Zain: Pesugihan Langit (2)

Selasa, 13 September 2016 10:00 wib

...

Setelah kemarin kita membahas tentang wirid-wirid (awrod) atau mantra-mantra untuk kekayaan, sekarang meneruskan trik atau cara yang nomor dua yaitu dengan pekerjaan, karena butuh ataupun tidak manusia selagi hidup di dunia jelas membutuhkan makan dan minum, membutuhkan tempat untuk tidur, membutuhkan biaya untuk menyekolahkan anak, untuk berobat dan lain-lain.

Tips kaya pertama adalah banyak-banyak bersilaturrahmi. Di dalam Hadits Nabi riwayat dari pada Imam Al-Bukhori;

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يبسطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَلَهُ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung talisilaturrahim”

Mafhum mukholafahnya adalah orang yang cupet rizkinya, biasanya sering memutus tali silaturrahmi.

Dengan tali silaturrahmi kita akan saling berkenalan, kemudian terus nanti akan saling adanya ta’awun ‘alal birri wat-taqwa (bantu-membantu dalam kebaikan dan ketaqwaan).

Oleh karena itu, motifator-motifator ternama menyarankan agar setiap hari berkenalan dengan satu orang, berkenalan dengan orang yang belum kenal dengan akan menambah wawasan dan menambah jaringan. Maka memang tepat sekali orang yang berkata bahwa “Orang kaya kerjanya mencari jaringan, sedangkan orang-orang miskin mencari pekerjaan”.

Kemudian cara yang nomor dua agar kita menjadi kaya raya adalah cukup menarik;

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا نزل عليه بأهله شدة اوضيق امرهم باالصلاة وتلا :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Rasulullah SAW ketika mengalami kesulitan dan kesukaran maka beliau SAW memerintahkan keluarganya dan juga melaksanakan untuk dirinya sendiri sholat, sambil kemudian beliau membaca 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. [Thaha/20: 132].

Maka orang-orang yang senantiasa sholat lima waktu berjama’ah, sholat hajat, sholat dluha, sholat qobliyyah ba’diyyah, sholat tahajjud dan dalam harinya di isi dengan memperbanyak sholat InsyaAllah ekonominya dan segala urusannya akan di permudah oleh Allah SWT. 

Ada satu Ulama, ketika terjadi naiknya harga-harga barang. Dikatakan kepadanya, bagimana ini harga sembako, bensin dan bahan-bahn pokok naik semua harganya? Seandainya harga beras satu kilonya satu juta aku tidak takut, selagi aku melazimkan sholat dan menjalankan kewajiban-kewajiban dariNya. SubhanaAllah.

Kemudian tips yang nomer tiga adalah Dawuh kanjeng Nabi; 

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah (meninggakan perkara-perkara yang haram, meninggalkan perkara-perkara yang dilarang oleh Allah, tubuhnya dijauhkan dari maksiat, jiwa dan raganya dibuat untuk taat, maka Allah SWT akan memberikan solusi yang terbaik baginya, akan memberikan rizki yag tidak disangka-sangka”.

Kemudian Rasul bersabda: “Wahai Abu Dzar 

لو أن الناس كلهم أخذوا بها كفتهم

“Seandainya manusia mengambil semua yang ada di dunia ini, maka kamu tetap akan tercukupkan rizkinya.

Jangan sampai kita terlepas dari tiga tips ini, yang pertama banyak-banyak silaturrahmi, banyak-banyak kenalan, banyak-banyak ziarah. Kemudian yang kedua adalah memperbanyak sholat. Bukan kita saja akan tetapi juga keluarga. Maka akan diberikan rizki oleh Allah dangan cara yang tidak tersangka-sangka. Dan yang nomor 3 adalah *bertaqwa kepada Allah.* 
Dengan mengamalkan tiga hal tersebut maka Allah menjadi penjamin kita.

Ingat saat kesusahan, ingat tiga hal ini!

Wallohul Musta’an.

Salam Takdzim.

Ahmad Zain Bad.
AnNur II Bululawang Malang.