Iqtishodiyah

BI Jateng Kembangkan Ekonomi Syariah di Pesantren

Kamis, 29 Agustus 2019 22:30 wib

...
Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Ika Tejaningrum dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (santrinews.com/istimewa)

Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menginiasi program pengembangan ekonomi syariah di pondok pesantren untuk mendorong kemandirian berwirausaha.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Ika Tejaningrum, menyatakan program ekonomi syariah bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP).

“Kami berharap program ekonomi syariah ini bisa mendorong kemandirian pondok pesantren,” kata Ika usai beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di ruang kerjanya, Semarang, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ika menjelaskan, sejak 2016 beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah telah mengimplementasikan program pengembangan ekonomi syariah sesuai potensi masing-masing.

Beberapa program pesantren yang menjadi rintisan program pengembangan ekonomi syariah, di antaranya PP Al Mas’udiyyah di Blater-Jimbaran Kabupaten Semarang untuk budidaya perikanan, PP Pabelan di Kabupaten Magelang untuk peternakan domba, dan PP Al-Anwar untuk usaha konveksi.

Ke depan, lanjut Ika, pihaknya akan mengembangkan kerja sama tren shop dengan FKPP di Pondok Pesantren Darul Falah, Pati.

“Kami juga ada Pusat Informasi Kajian Ekonomi Syariah (PIKES), sebuah forum yang di dalamnya ada akademisi dan pemerintah untuk melakukan kajian dan ada website untuk update informasi program,” ujarnya.

“Selain itu, juga ada Pusat Informasi kajian ekonomi syariah atau pikes sebuah forum yang ada akademisi pemerintahan kajian dan website untuk update informasi,” sambungnya.

Ika berharap, program pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren dapat mendorong kemandirian mereka dalam berwirausaha, khususnya dalam memproduksi komoditas unggulan yang halal.

“Kami berharap program ini bisa mendorong kemandirian pondok pesantren. Semoga dapat direplikasi di semua kabupaten/kota di Jawa Tengah,” harapnya.

Taj Yasin Maimoen menyambut baik program pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren yang diinisiasi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah.

“Saya tertarik dengan program pengembangan ekonomi syariah untuk mendorong kemandirian pondok peaantren. Tahun ini kita latih 100 pondok pesantren di bidang produksi, diberdayakan untuk menunjang ekonomi pondok pesantren,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi juga bermitra dengan Sampoerna Foundation untuk memberikan pelatihan manajemen toko di lingkungan pondok pesantren.

Ia berharap, program pemberdayaan ekonomi syariah yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah dapat diimplementasikan secara sinergis dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kita bisa sinergikan bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah supaya sinkron sehingga keberlanjutan program dan pelatihan yang diberikan dapat terus berlangsung,” ujarnya. (shir/onk)