Nasional

Rumah Zakat Sudah Bangun 13 Masjid Wakaf

Senin, 27 Juli 2020 09:00 wib

...

Bandung – Rumah Zakat telah selesai membangun 13 masjid wakaf di 11 kota/kabupaten dengan total jumlah jamaah sebanyak 5.000 orang. Awal Agustus 2020, Rumah Zakat akan mulai membangun dan merenovasi sejumlah masjid lainnya.

“Alhamdulillah, ini semua berkat donasi dari para muwakif (orang yang berwakaf),” kata Chief Wakaf Officer Rumah Zakat, Soleh Hidayat, melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 26 Juli 2020.

Kesebelas kota/kabupaten tersebut adalah Sukabumi, Garut, Cianjur, Boyolali, Situbondo, Kulonprogo, Morowali Utara, Alor, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Langkat.

Soleh mengatakan, pada awal Agustus 2020, Rumah Zakat akan mulai membangun masjid wakaf ke-14 di Maluku Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang rusak akibat gempa 5,2 SR yang terjadi pada Oktober 2019 lalu di Ambon.

Setelah menunggu hampir satu tahun, akhirnya masjid di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tersebut segera dibangun dari donasi wakaf.

“InsyaAllah di awal Agustus 2020 kami akan mulai membangun masjid wakaf ke-14 di Maluku Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih ada banyak masjid lainnya yang perlu segera dibangun ataupun direnovasi demi kepentingan umat. Salah satunya Masjid an-Nur di Garut, tepatnya di Kampung Guna Mekar, Desa Indralayang, Kecamatan Caringin. Berdiri sejak lima tahun silam, masjid ini dibangun seadanya dengan konstruksi kayu.

Tiga tahun lalu masyarakat mempersiapkan sebuah lahan untuk pembangunan masjid yang lebih layak. Menurut dia, masjid yang ada sekarang luasnya terlalu sempit dengan kondisinya yang memprihatinkan. Pembangunan masjid terhenti karena uang urunan dari masyarakat tidak cukup. Uang dari swadaya masyarakat sudah habis karena hanya cukup untuk membangun fondasi.

“Saat ini kami sedang mulai melakukan funding untuk pembangunan Masjid An-Nur di Garut. Semoga maksimal di awal tahun 2021, Masjid an-Nur bisa mulai melanjutkan pembangunannya yang tertunda akibat kekurangan dana,” kata Soleh.

Ustaz Supar, guru ngaji anak-anak di Masjid An-Nur, berharap pembangunan masjid bisa kembali diteruskan. Dia menjelaskan, masjid tidak bisa menampung seluruh jamaah. Selain itu, anak-anak terpaksa duduk berdesakan saat mengaji. (red)