Nasional

Tak Ada Santri Pesantren Blokagung Meninggal karena Corona

Selasa, 01 September 2020 21:30 wib

...
Aktivitas santri di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung Banyuwangi

Jakarta – Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung Banyuwangi, menepis berita bahwa ada santrinya yang meninggal karena virus Corona atau Covid-19.

“Kami ingin meluruskan jika sembilan pasien yang meninggal bukan kasus di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung,” kata Juru Bicara Pondok Pesantren Darussalam, Nihayatul Wafiroh, Selasa, 1 September 2020.

Hal itu dia sampaikan lantaran ada berita yang menyebut ada sembilan santri meninggal akibat Covid-19.

Menurut dia, berita ada sembilan orang yang tersebut adalah akumulasi jumlah seluruh pasien Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi sejak Covid-19 terdeteksi pertama kali.

Hingga saat ini, kondisi santri Pesantren Blokagung sangat baik dan sehat. Bahkan, kata dia, mereka yang sedang dikarantina akan melakukan lomba sepakbola antarruangan untuk meningkatkan imun dan kegembiraan para santri.

Selain itu, menurut dia, para santri yang dikarantina di rusunawa di awal Covid-19 terdeteksi di pondok pesantren juga dalam kondisi sehat dan saat ini mereka selesai dari masa karantina.

“Namun, mereka akan tetap tinggal di rusunawa untuk pemulihan kondisi dan tidak bergabung dengan rekan-rekannya yang ada di dalam pondok pesantren,” katanya.

Terkait para santri yang ada di luar pondok pesantren, dia menjelaskan sebelum adanya Covid-19 merebak memang ada beberapa santri yang sakit dan mereka yang rumahnya dekat telah diambil keluarganya untuk dibawa pulang.

“Kami mendapatkan laporan jika ada santri di luar yang positif. Terkait hal itu kami sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dengan puskesmas serta rumah sakit untuk melakukan tracing. Jika memang harus diisolasi, santri yang bersangkutan akan diisolasi di rumah sakit,” jelasnya.

Hinayatul memohon maaf jika pondok pesantren tidak bisa menangani secara langsung santri yang ada di rumah dan dia mengucapkan terima kasih kepada puskesmas yang telah menangani santri di luar pondok pesantren tersebut.

“Saya juga meminta kepada masyarakat tidak melakukan stigma kepada santri dan wali santri, dan alumni santri Pondok Pesantren Darussalam. Kami ingin mengatakan corona bukan aib dan corona bisa disembuhkan,” ujarnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang mendukung kami. Yang sakit harus sehat, yang sehat harus tetap sehat,” pungkasnya. (red/rep)