Nasional

Gus Yaqut Minta Tiap Acara Kemenag Diisi Doa dari Semua Agama

Senin, 05 April 2021 16:30 wib

...

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta sesi doa setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama tak hanya diisi doa untuk agama Islam, melainkan semua agama.

Gus Yaqut –sapaan akrabnya— meminta jajarannya di Kementerian Agama untuk memberikan kesempatan doa versi agama selain Islam dibacakan dalam setiap kegiatan di Kementerian Agama.

Hal itu ia sampaikan saat memberi kata sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag, Senin, 5 April 2021.

Rakernas dengan mengangkat tema “Percepatan Transformasi Layanan Publik” ini digelar secara luring dan daring, mulai Senin-Rabu, 5-7 April 2021. Rakernas diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I Pusat hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten.

Mulanya, saat pembukaan acara Rakernas tersebut ada pembacaan ayat suci Alquran serta pembacaan doa, namun hanya dengan cara agama Islam.

“Pagi hari ini saya senang Rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua, tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa,” ujar Gus Yaqut.

Menurut dia, pembacaan doa dengan cara agama Islam seakan Rakernas Kemenag seperti acara ormas keagamaan Islam. Padahal, menurut dia, kementerian yang ia pimpin melayani seluruh agama di Indonesia, bukan hanya agama Islam.

“Jadi jangan kesannya kita sedang rapat ormas Islam Kemenag, tidak. Kita ini sedang Rakernas Kemenag yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja,” tegasnya.

“Mungkin lain waktu bisa lah, itu kan lebih enak dilihat, semua agama yang jadi urusan di Kemenag sama-sama menyampaikan doanya. Semakin banyak yang doa, probabilitas untuk dikabulkan itu semakin tinggi,” imbuhnya.

Menurut dia, hal tersebut merupakan otokritik darinya untuk seluruh jajaran di Kemenag. Sebab dalam setiap kesempatan acara di Kemenag, hanya menyertakan doa untuk agama Islam.

Ia menegaskan, Kemenag harus memberikan contoh moderasi beragama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Iaa ingin agar Kemenag menjadi rumah bagi seluruh agama yang ada di Indonesia, melayani dan memberikan kesempatan yang sama.

“Jangan sampai muncul paradoks, kita ingin melayani semua agama, tapi dalam perilaku kita tidak mencerminkan itu,” tandasnya. (us/red)