Nasional

Ketua DPD RI: Santripreneur Jadi Lokomotif Kekuatan Ekonomi Nasional

Selasa, 23 November 2021 17:00 wib

...

Jakarta – Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai Santripreneur akan menjadi kekuatan produk halal Indonesia. Karena itu, menurut dia, Santripreneur Award 2021 merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan membangun perekonomian negeri.

“Santri kini memiliki berbagai peluang dan kesempatan untuk berkarya serta
berkontribusi dalam membangun
perekonomian negeri. Anugerah Santripreneur Award 2021 merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan peluang tersebut,” kata La Nyalla, Selasa, 23 November 2021.

Dengan Santripreneur Award, pesantren memiliki langkah tepat dalam mewujudkan pesantren yang memiliki kekuatan ekonomi.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, Santripreneur mencetak generasi Muslim unggul yang mahir di bidang agama dan ekonomi.

“Dengan Santripreneur, pesantren
Indonesia tidak hanya menciptakan manusia yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga melahirkan insan Muslim yang kuat secara ekonomi,” tegas dia.

La Nyalla menilai melalui Santripreneur Indonesia akan kaya dengan produk halal yang kini sedang menjadi incaran pasar global. Oleh karenanya, La Nyalla menilai Santripreneur dapat menjadi kekuatan produk halal di Indonesia.

Ketua Dewan Penasehat KADIN Jatim itu mengingatkan agar produk yang dihasilkan sedapat mungkin tak hanya mengedepankan kehalalan, tetapi juga melihat potensi dan peluang pasar yang tengah berkembang

Dengan begitu, La Nyalla optimistis Santripreneur akan menjadi motor penggerak kekuatan ekonomi, tak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi bangsa.

“Jadi para santri harus jeli melihat peluang pasar. Potensi yang dikembangkan menjadi sebuah produk diharapkan menjadi kebutuhan pasar, tak hanya di dalam, tapi juga di luar negeri,” sarannya.

Dengan begitu, maka Santripreneur telah mendorong pergerakan ekonomi nasional yang memang tengah menjadi fokus perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

“Saya optimistis perekonomian dasar masyarakat akan bergerak. Artinya, pesantren harus menjadi lokomotif kekuatan ekonomi di pusaran di mana pesantren tersebut berada,” pungkasnya.(red)