Nasional

Konbes NU 2022 Bahas Peraturan dan Sistem Kaderisasi NU

Kamis, 19 Mei 2022 14:00 wib

...

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) di Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Mei hingga Sabtu, 21 Mei 2022. Agenda dalam permusyawaratan tertinggi setelah muktamar ini adalah membahas berbagai peraturan perkumpulan NU.

“Dulu namanya peraturan organisasi, sekarang peraturan perkumpulan. Karena anggaran dasar (AD) NU mengubah istilah organisasi menjadi perkumpulan,” ujar Ketua Komite Pengarah Konbes NU 2022, Amin Said Husni, lewat keterangannya, Kamis, 19 Mei 2022.

Amin mengatakan, ada beberapa peraturan organisasi hasil Konbes NU di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2017 silam yang perlu direvisi, disempurnakan dan disesuaikan dengan hasil-hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.

“Ada sejumlah peraturan perkumpulan baru yang perlu dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan jam’iyah ke depan. Konbes ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengesahan terhadap peraturan-peraturan perkumpulan itu,” ujar Amin.

Salah satu Ketua PBNU ini menjelaskan, Konbes NU 2022 ini akan membahas dan mengesahkan tiga rancangan peraturan perkumpulan. Yakni sistem kaderisasi, tata kelola perkumpulan dan sistem kebendaharaan dan aset.

“Agendanya tunggal hanya membahas peraturan-peraturan perkumpulan yang materinya menyangkut tiga hal itu. Konbes ini adalah bagian dari upaya konsolidasi organisasi dengan mengkonsolidasikan tata kelola jam’iyah, sistem kaderisasi, serta sistem kebendaharaan dan aset,” ujarnya.

Amin berharap, konsolidasi perkumpulan NU akan lebih kokoh sehingga gagasan-gagasan besar yang telah diamanatkan oleh Muktamar NU, lalu diterjemahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), serta gagasan-gagasan besar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, yang akan terimplementasi lebih efektif di lapangan.

Konbes ini akan diikuti sekitar 250 sampai 275 peserta. Mereka terdiri dari Anggota Pleno PBNU (mustasyar, syuriyah, a’wan, tanfidziyah, ketua-ketua lembaga dan badan khusus, serta ketua badan otonom) ditambah ketua dan sekretaris PWNU seluruh Indonesia. (red)