Nasional

JPN Jatim Desak Fahri Hamzah Minta Maaf

Kamis, 03 Juli 2014 18:45 wib

Surabaya – Jaringan Pelajar Nahdliyin (JPN) Jawa Timur mendesak Fahri Hamzah untuk segera meminta maaf kepada seluruh santri di Indonesaia. Desakan itu buntut dari pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu melalui akun twitternya.

“Harus segera minta maaf karena telah menghina kami para santri,’ kata Koordinator JPN Jatim, Choiruddin Mustofa, Kamis, 3 Juli 2014.

Fahri Hamzah melalui akun twitternya menyatakan bahwa Jokowi “˜sinting’ karena berjanji akan menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.

“Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!,” Fahri berkicau di akun twitternya @Fahrihamzah, pada 27 Juni sekitar pukul 10.40 WIB.

Kicauan Fahri tersebut menanggapi janji calon presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan 1 Muharam sebagai “˜Hari Santri Nasional’ bila kelak dipercaya memimpin Indonesia.

“Komitmen Pak Jokowi untuk menjadikan 1 Muharam jadi hari santri nasional adalah kado terindah bagi kami (kaum santri),” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim Ahmad Heri menyampaikan apresiasi atas harapan para santri agar 1 Muharam menjadi hari santri nasional.

Apresiasi itu disampaikan Heri saat memberi taushiyah kepada para aktivis JPN Jatim di Kantor DPW Nasdem Jatim, Rabu malam, 2 Juli 2014.

“Ini harapan mulia yang harus mendapat mendorongan semua pihak sebagai bukti penghargaan atas peran dan perjuangan kaum santri sejak era pra kemerdekaan sampai sekarang,” ujar mantan sekretaris PWNU Jatim ini. (her/ahay)