Nasional

Kiai Hasyim: Jatim Sarang Para Manipulator Pemilu

Sabtu, 12 Juli 2014 16:11 wib

Jakarta – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Hasyim Muzadi meminta semua pihak untuk mengawal suara rakyat hasil Pemilu Presiden 9 Juli lalu. Dari sekian banyak daerah, Jawa Timur perlu mendapat perhatian khusus.

“Secara umum proses penghitungan suara dari tingkat ke tingkat di seluruh Indonesia harus dijaga. Tapi khusus Jatim harus ada perhatian lebih,” kata Kiai Hasyim di Jakarta, Sabtu, 12 Juli 2014.

Menurutnya, Jatim merupakan salah satu daerah paling rawan terjadi kecurangan pemilu. “Karena di Jatim masih bersemayam gembong-gembong malipulator suara yang licin, sangat berpengalaman dan lihai. Mereka mampu membungkus kecurangan dengan bungkus hukum yang sah,” tandasnya.

Bahkan, kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini, metode kecurangan pemilu di Jatim banyak diadopsi oleh kalangan manipulator tingkat nasional.

“Manipulasi tersebut menghasilkan uang besar dan jabatan. Oleh karenanya masyarakat Jatim harus terlibat dalam menahan manipulasi ini, terutama para santri, Ansor, Banser agar ikut menjadi relawan melawan kecurangan,” katanya.

Dalam jangka pendek, katanya, perjuangan ini bertujuan untuk menyelamatkan suara rakyat pada pilpres dan jangka panjangnya agar Indonesia mempunyai pemilu yang jujur.

“Tanpa pemilu yang jujur tidak mungkin lahir pemimpin di Indonesia yang jujur. Terlebih lagi racun manipulasi ini telah merasuki sebagian kecil pemimpin umat sehingga kehilangan keseimbangan,” pungkasnya. (ahay)