Nasional

KH Hasyim Muzadi: Umat Islam Jangan Terprovokasi ISIS

Senin, 04 Agustus 2014 16:20 wib

...
KH A Hasyim Muzadi (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A Hasyim Muzadi menyerukan kepada warga nahdliyin dan umat Islam Indonesia agar tidak ikut-ikutan mendukung gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) dan sekaligus tidak membuat perpecahan di kalangan kaum muslimin.

“Sebagai sesama muslim saya menghimbau agar kaum muslimin Indonesia tidak terprovokasi terhadap isu ISIS dan mendukungnya yang belakangan ini masuk di Indonesia,” kata Kiai Hasyim Muzadi di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014.

Menurutnya, ISIS adalah fenomena Islam di Timur Tengah yang kondisinya tidak sama dengan Indonesia. “Kita perlu berhati-hati karena selama musim reformasi ini telah terbentuk embrio-embrio kekuatan garis keras radikal baik yang bergerak melalui gerakan massa, melalui gerakan yang masuk ke sistem ke-Indonesia-an maupun yang menggunakan cara teror,” ujarnya.

Apabila embrio radikalitas ini, kata Kiai Hasyim, diolah dengan bumbu isu ISIS atau perpecahan pasca pilpres, pasti meningkatkan kadar radikalitas dan kekerasan dalam gerakan transnasional yang membahayakan keselamatan kaum muslimin Indonesia dan sekaligus membayakan keutuhan NKRI.

“Lebih baik kita sebagai kaum muslimin berbuat melakukan strategi yang islamy dan yang indonesiawi dari pada kita mengaku ‘kelompok paling islam’ namun menghalalkan segala cara karena merasa untuk kepentingan kelompoknya yang ‘paling islami’ itu. Padahal yang demikian itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah,” jelasnya.

Ia menegaskan, menghalalkan segala cara bukan ajaran ahlussunnah waljamaah, melainkan ajaran khawarij. Dalam sejarah, kelompok khawarij selalu merusak apa saja yang bertentangan dengan kelompoknya. Sekarang ajaran tersebut menjelma dalam berbagai bentuk gerakan pengrusakan dengan segala manifentasinya.

“Dan apabila antar kelompok kaum muslimin sampai bentrok, maka saat itulah kekuatan asing akan masuk dan merusak Islam dan Indonesia. Waspadalah,” pungkasnya. (hay)